Laporkan Masalah

PERAN ORANGTUA DALAM MERAWAT ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT (LLA)

FERIANA IRA H, Dr. Pudjo Hagung Widjajanto, Ph.D., Sp.A(K); Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes

2015 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar belakang: Kanker yang paling sering ditemui pada anak adalah Leukemia. Di Indonesia, permasalahan penolakan pengobatan disebabkan karena alasan finansial (60%), akibat dari kondisi ini, 70% anak meninggal dunia pada fase konsolidasi, reinduksi dan maintenance pertama (Sitaresmi, 2010). Pada tahun 2012-2013 di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, LLA menempati kejadian tertinggi dari keseluruhan kasus leukemia (72,09%). Di samping penolakan pengobatan karena finansial, ada keluarga miskin yang tetap bertahan melakukan pengobatan LLA, sehingga penting untuk mengeksplorasi pengalaman orangtua khususnya dari keluarga miskin sebagai referensi untuk manajemen kasus pada LLA. Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman peran orang tua dalam merawat anak dengan leukemia limfoblastik akut (LLA). Metode: Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juni-September 2014. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan. Partisipan adalah orangtua dari anak dengan LLA yang berasal dari 8 keluarga miskin (4 pasangan orangtua dan 4 ibu) hingga tercapai saturasi. Analisis data dengan metode Collaizi serta bantuan software Open Code Ver.3.6. Hasil: Didapatkan 13 tema: 1) Merasakan harus siap jika kehilangan anak, 2) Keterlambatan mendapatkan pengetahuan tentang penyakit, 3) Memperoleh makna sakit dalam hidup, 4) Menerima secara bertahap kemudian berusaha dan pasrah kepada Tuhan, 5) Harapan kesembuhan dan keyakinan mendominasi untuk terus bertahan dengan pengobatan, 6) Pengambilan keputusan kesehatan, 7) Melakukan tindakan perawatan terencana setelah anak sakit, 8) Mengalami perubahan situasi dalam keluarga, 9) Memperoleh dukungan pengobatan, 10) Keterbatasan aksesibilitas pelayanan kesehatan, 11) Stresor yang dihadapi orangtua, 2) Memanfaatkan dukungan dari eksternal, 13) Pengalaman orangtua terhadap pemberi layanan. Kesimpulan: Harapan kesembuhan dan keyakinan mendominasi untuk terus bertahan dengan pengobatan. Orangtua melakukan tindakan terencana setelah anak sakit & mengalami perubahan peran. Budaya kekeluargaan dan gotong royong dalam self help group merupakan unsur penting pendukung perawatan.

Introduction: The most common cancer in children is leukemia. In Indonesia, the problem of abandonment therapy of leukemia caused by financial reasons (60%), as a result of these conditions, 70% of children died in a phase of consolidation, maintenance and early reinduction (Sitaresmi, 2010). At Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta, in the range of 2012-2013 ALL occupy the most highest incidence of all cases of leukemia (72.09%). Beside abandonment therapy due to financial problems, there were a poor family who remained on treatment ALL in a long period. It is important to explore the experiences of parents, especially from poor families that can be source to management ALL cases in children in order to survive the treatment. Methods: This research use qualitative approach with descriptive phenomenology in Yogyakarta Special District on June-September 2014, data collection with indepth interviews and field notes. Participants were parents of ALL child from 8 poor family (4 pairs of parents and 4 mothers) until saturation. Analysis of the data using Collaizi and Open Code Ver.3.6 software. Result: There were 13 themes: 1) Feeling to be ready if loss the child, 2) Delay in getting knowledge about the disease, 3) Obtain the meaning of sick in life, 4). Receive gradually then try and surrender to God, 5) Hope for healing and beliefs dominate to persist on treatment, 6) Health decision making, 7) Perform planned caring actions after the child being sick, 8) Experiencing changes in family circumstances, 9) Obtain treatment support, 10) Lack of health care accessibility, 10) Stressors faced by parents, 11) Utilizing external support, 13) Parents experience to service providers. Conclusion: In caring children in poor families, expectations and beliefs for healing dominate to persist on treatment. Parents planned action after the child was sick and change role. Cultural kindship and mutual aid in self help group is an important element of supporting treatment.

Kata Kunci : peran, orangtua, leukemia limfoblastik akut


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.