Laporkan Masalah

LEGITIMASI BEGANDAI BATOK SEBAGAI MODAL KULTURAL MASYARAKAT KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI

DEFNI AULIA, Dr. Rr. Paramitha Dyah F., M.hum.; Prof. Dr. Timbul Haryono, M. Sc.

2015 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Begandai batok dalam konteks karya musik bernuansa tradisional yang berada pada tatanan kode kultural masyarakat Jambi, adalah akumulasi modal kultural yang dilegitimasi pemerintah Provinsi Jambi untuk membentuk identifikasi distingtif sebagai citra kultural di luar batas teritorial Provinsi Jambi. Suatu mekanisme tindakan deviasi diferensial yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan otoritas otonom atau desentralisasi politik lokal, yang merupakan upaya untuk membedakan diri dari lajur Kebudayaan Minangkabau dan Melayu Islami yang selama ini sudah menyatu dan mendominasi dalam struktur sosial masyarakat Jambi.

Begandai batok in the context of traditional nuances of musical works which are in the order of the cultural codes of society Jambi, is the accumulation of cultural capital that legitimized Jambi provincial government to form a distinctive identification as a cultural image outside the territorial limits of the province of Jambi. A mechanism of differential deviation measures undertaken by the government in implementing autonomous authorities or local political decentralization, which is an attempt to differentiate themselves from the lane and the Malay Islamic Minangkabau culture that had been fused and dominate the social structure of Jambi.

Kata Kunci : begandai batok, modal kultural, deviasi diferensial, legitimasi, dan konsekrasi habitus


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.