Laporkan Masalah

DINAMIKA PSIKOLOGIS WANITA YANG MENGALAMI INFERTILITAS PRIMER

ERVIA NISSA REVINA, Prof. Dr. Sartini Nuryoto

2015 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai dinamika psikologis wanita yang mengalami infertilitas primer. Penelitian ini di desain dengan menggunakan pendekatan kualitatif perspektif fenomenologi. Partisipan dalam penelitian berjumlah 6 orang yang bertempat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini adalah wanita yang mengalami infertilas primer dengan menikah ketika usia subur dan pada saat wawancara sudah melewati masa dewasa awal menurut tahapan teori erikson. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan prosedur pengambilan partisipan bertujuan (purposive) yaitu dipilih dengan pertimbangan dan kriteria tertentu. Hasil Penelitian menunjukkan adanya gejala putus asa (hopeless), stress, marah, kecewa dan rasa rendah diri. Perspektif budaya yang memandang wanita dengan infertilitas sebagai suatu aib ikut menjadikan wanita tersebut berada dalam tekanan. Partisipan dalam penelitian juga mengalami kecemasan yang sangat tinggi disebabkan karena memikirkan masa depan tanpa adanya keturunan yang bisa menjaga dan merawat partisipan ketika tua nanti. Rasa iri ketika melihat wanita hamil dan juga melihat anak kecil menjadikan wanita dengan infertilitas mengalami perasaan minder atau rendah diri. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa selain dampak negatif akibat infertilitas, ada dampak dari peran orang dekat terutama suami yang menyemangati dapat menjadikan tekanan-tekanan yang di dapat dari lingkungan menjadi berkurang bahkan menjadi obat bagi wanita dengan infertilitas primer.

This study aimed to get a picture of the psychological dynamics of women with primary infertility. This study was designed using a qualitative approach phenomenological perspective. Participants in the study amounted to 6 people housed in the Special Province of Yogyakarta, Indonesia. Participants in this study were women who undergo primary infertility to get married when the child-bearing age and at the time of the interview had passed the stage of early adulthood according to Erikson's theory. Participants in this study were selected using the procedures aimed at making participants (purposive) that is chosen with consideration and certain criteria. Results showed symptoms of despair (hopeless), stress, anger, disappointment and a sense of inferiority. Cultural perspective that sees women with infertility as a disgrace to make the woman come under pressure. Participants in the study also experienced a very high anxiety about the future due to the absence of offspring that can maintain and care for participants when older. Envy when he saw a pregnant woman and also saw a small child makes women with infertility experience feelings of inferiority or low self-esteem. The results also show that in addition to the negative impact of infertility, there is the impact of the role of the husband especially encouraging close can make pressures on the environment can be reduced even be a cure for women with primary infertility.

Kata Kunci : Wanita, Infertilitas, Dinamika Psikologis, dan Budaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.