Laporkan Masalah

KONTESTASI DAN RELASI KUASA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH (Studi Kasus Pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Di Kabupaten Tulang Bawang Barat)

PAHADA HIDAYAT, S.H., Prof. Dr. Irwan Abdullah; Prof. Dr. Lasiyo, MA, MM; Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si.

2015 | Disertasi | S3 Kajian Budaya dan Media

Penelitian ini mengangkat masalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) di Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana konstruksi pembangunan negara melalui program PNPM 2) Mengetahui tegangan dan negosiasi yang terjadi antara masyarakat dan pemerintah dalam program PNPM di Kabupaten Tulang Bawang Barat 3) Mengetahui bagaimana dinamika kebudayaan lokal menjawab arus modernisasi pembangunan oleh negara. Metode penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif yakni keterlibatan langsung di lapangan dengan melakukan wawancara terbuka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga aparatur pemerintah serta pelaku yang terlibat dalam program PNPM lainnya. Kumpulan data yang dihimpun adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara maupun data sekunder berupa bahan-bahan pustaka dan dokumen penting lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konstruksi pembangunan negara tidak seiring antara konsep yang digagas pemerintah di satu sisi dengan keinginan masyarakat di sisi lainnya, 2) Konsep community development tak mampu mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan, 3) Tidak efektifnya ruang publik yang terkesan elite yang tidak bersentuhan dengan nilai-nilai budaya masyarakat lokal dan marginal.

The case study of this research is mainly about the National Program of Rural Community Self-Development Empowerment (PNPM) in the district of West Tulang Bawang, Lampung Province, which aims to : 1) determine the construction of national development through the PNPM program, 2) determine the tensions and negotiations that occur between the society and the government in PNPM program especially in the district of West Tulang Bawang, 3) determine how the local culture dynamics to answer the modernization wave of national development. The research method taken is descriptive-qualitative method, which open and direct interview to the community leader, traditional leader and government officers related to PNPM program is involved. Primary data obtained from the interview and secondary data obtained from the library materials and other documents. The result of this research are: 1) construction of national development has no alignment with the development concept raised by the national government and the willingness of the community, 2) community development concept is not able to reduce poverty and to create the prosperity, 3) There is no role of elite and bourgeois public sphere and even create in effectiveness to the cultural values of local and marginalized community.

Kata Kunci : Pembangunan, Modernisasi, Otonomi Daerah, Negosiasi, Ruang Publik, dan Budaya Lokal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.