LIVABILITAS KORIDOR JALAN Studi Kasus: Koridor Jalan Selokan Mataram Penggal Jalan Affandi – Jalan Seturan Raya, Yogyakarta
YUSTINA BANON WISMARANI, Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng; Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch
2015 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanJalan Selokan Mataram penggal Jalan Affandi hingga Jalan Seturan Raya merupakan koridor jalan linear sepanjang 2.3 km yang memiliki median jalan berupa Selokan Mataram dengan fungsi awal sebagai jalan inspeksi. Perkembangan kota dan lokasi jalan yang strategis membuat fungsi jalan meningkat sebagai jalan umum dan perkembangan fungsi bangunan komersial yang membatasi koridor jalan. Beberapa masalah membuat Pemerintah Daerah merevitalisasi koridor jalan secara bertahap pada tahun 2009 & 2012 dengan melakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan dan perbaikan infrastruktur. Revitalisasi koridor jalan yang tidak menyeluruh membuat sejumlah masalah seperti kemacetan, keselamatan pengguna jalan, rendahnya aktivitas nonkendaraan, pelestarian jalur hijau dan biru masih belum terselesaikan. Penelitian dilakukan dengan metode rasionalistik kualitatif terkait dengan livabilitas koridor jalan melalui tiga elemen livabilitas yaitu (i) fungsi & aktivitas sosial; (ii) aksesibilitas & keselamatan; (iii) kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Selokan Mataram penggal Jalan Affandi hingga Seturan Raya yang terbagi dalam lima penggal jalan memiliki livabilitas yang diklasifikasikan dalam 3 (tiga) kategori yaitu penggal jalan 1 (satu) dengan livabilitas C (nilai rendah pada ketiga elemen livabilitas); penggal jalan 3 (tiga) dengan livabilitas B (nilai rendah pada elemen aksesibilitas & keselamatan serta kualitas lingkungan dan nilai tinggi pada elemen fungsi & aktivitas sosial); penggal jalan 2 (dua), 4 (empat), dan 5 (lima) dengan livabilitas A (nilai tinggi pada elemen fungsi & aktivitas sosial, nilai sedang pada elemen kualitas lingkungan, dan rendah pada elemen aksesibilitas & keselamatan). Temuan faktor yang mempengaruhi livabilitas jalan antara lain (i) keragaman fungsi sebagai atraktor kawasan; (ii) aksesibilitas; (iii) keselamatan & kenyamanan fisik. Optimasi livabilitas jalan dilakukan dengan cara mengendalikan aktivitas sirkulasi dalam kawasan sebagai akses utama kawasan; meningkatkan aktivitas komunal ramah lingkungan sebagai koridor komunal; meningkatkan keselamatan & kenyamanan fisik pengguna jalan sebagai koridor hijau
Jalan Selokan Mataram on Jalan Affandi up to Jalan Seturan Raya line is a linear street corridor of 2.3 km which has a median street in the form of Selokan Mataram (Mataram ditch ) of which initial function is as a street inspection. Urban development and strategic location made the street’s function increased into public street and there is also development function of commercial buildings that bordered the street corridor. The local government revitalized the corridor gradually in 2009 and 2012 by acquitting the land for street widening and infrastructure improvement. The revitalization of the street corridor that is not thoroughly made a number of problems such as congestion, low street user safety, the low activity of non-vehicle, preservation of green and blue lines are still unresolved. The research was conducted using qualitative rationalistic associated with street corridor livability through three livability elements, they are: (i) the functions and social activities; (ii) the accessibility and safety; (iii) environmental quality. The results showed that Jalan Selokan Mataram on Jalan Affandi up to Jalan Seturan Raya line is divided into five lines which have livability classified into three (3) categories: 1st street line with C livability category (low value on all livability elements); 3rd street line with B l]ivability category (low value in the element of accessibility and safety and environmental quality; high value on function and social activities elements); 2nd, 4th, 5th street lines with A livability category (high value on elements of function and social activities, average value on the elements of environmental quality, and low value on accessibility and safety elements). Findings factors affecting street livability are: (i) the diversity function as the region attractors; (ii) accessibility; (iii) the safety and physical comfort. Street livability optimization is done by controlling the activity of the circulation in the region as the main access areas; increase environmentally friendly communal activity as communal corridor; improve safety and physical comfort of road users as a green corridor.
Kata Kunci : livabilitas koridor jalan, street livability, jalan selokan mataram