Laporkan Masalah

DESAIN MODEL BASIS DATA SPASIAL HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA I DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ANDREAS BAMBANG WICAKSONO, Wahyu Wardhana, S.Hut.,M.Sc. ; Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan Pendidikan Wanagama I memiliki tujuan untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang berkualitas dalam pengelolaan hutan. Sebagai hutan pendidikan, Wanagama I membutuhkan ketersediaan data dan informasi dinamika sumberdaya hutan untuk mengembangkan pengetahuan dalam pengelolaan hutan. Terkait dengan pengembangan pengetahuan pengelolaan hutan, ketersediaan data dan informasi harus dapat terkelola dengan efektif dan efisien namun kondisi aktual saat ini menunjukkan Wanagama I belum memiliki model tata kelola data dan informasi yang baik. Salah satu model tata kelola informasi yang bisa digunakan adalah basis data spasial dimana data bisa tersimpan secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang basis data spasial yang mampu mendukung pengelolaan Hutan Pendidikan Wanagama I. Permodelan basis data spasial menggunakan pendekatan Three Schema Architecture (TSA) yang terdiri dari tahap eksternal, tahap konseptual dan tahap internal. Tahap internal dilakukan dengan mengidentifikasi semua kebutuhan pengguna, tahap konseptual dilakukan dengan proses pembelajaran dan diskusi mengenai data atau masukan yang berasal dari pengguna, tahap internal dilakukan dengan menerjemahkan model data logika ke dalam model basis data spasial. Selain itu dilakukan pula Gap Analysis untuk mencari tahu kesenjangan yang terjadi antara kondisi aktual dengan model yang telah dibuat. Hasil dari model yang dibuat menunjukkan model basis data spasial yang dibuat mempersyaratkan adanya klasifikasi landuse dan kodefikasi strata sebagai primary key. Primary key berguna agar tidak terjadi duplikasi data apabila data diolah untuk tujuan lain. Hasil Gap Analysis menunjukkan ketakcukupan entitas dan kekuranglancaran arus data yang disebabkan oleh belum terbentuknya manajemen informasi seperti yang ditunjukkan dari Data Flow Diagram (DFD).

Educational Forest of Wanagama 1 have a purpose to develop human resources competency of forest management. Wanagama 1 requires the availability of data and information concerning in dynamics forest resources regarding development of forest management knowledge. These data and information must be managed effectively and efficiently, but the actual conditions indicate Wanagama 1 does not have data model and information management. The spatial database model is one of model that can be used to store data effectively and efficiently. The purpose of this study is to design a spatial database to support educational forest management of Wanagama 1. This spatial database modeling use Three Schema Architecture approach (TSA) which consists of the external, conceptual and internal phase. External phase is done by identifying users needs. The conceptual phase is done through the learning and discussion process with users, and the internal phase is done by implementing the logical data model into a spatial database model. Furthermore, Gap Analysis is conducted to find out the gaps occured between the actual conditions with the created model. The result shows that the model created requires the existence of landuse classification and stratum coding as primary key. Primary key is required for avoiding data duplication when the process is done for any other purposes. The result of Gap Analysis found entities inadequacy and influent data flow caused by the lack of information management as shown on the Data Flow Diagrams (DFD).

Kata Kunci : Tahap Eksternal, Tahap Konseptual, Tahap Internal, Basis Data Spasial