Laporkan Masalah

Representasi Anak Jalanan Pada Konteks Kemiskinan Di Indonesia Dalam Film: Analisis Semiotika Film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)”

EKA VUSPA SARI, Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Film merupakan salah satu media massa yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan pesan kepada khalayaknya. Tesis ini membahas Representasi anak jalanan yang dibangun oleh tanda verbal dan tanda non verbal dalam film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)”, yang bertujuan untuk mengungkap bagaimana representasi anak jalanan pada konteks kemiskinan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Dengan menggunakan analisis semiotik Pierce dapat disimpulkan bahwa tanda verbal dan non verbal dalam film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” merepresentasikan anak jalanan dalam berbagai keadaan. Hasil dari representasi dalam film ini menunjukkan bahwa anak jalanan berada pada kondisi kemiskinan yang cukup kompleks yang dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) bagian, yakni: 1) kondisi fisik, kondisi yang dilihat dari tampilan tubuh, tempat tinggal dan tempat berkumpul, serta berkaitan dengan aspek kebutuhan anak jalanan, seperti tubuh kotor, kumal (jarang mandi), kehidupan yang tidak terurus, serta tempat tinggal yang tidak layak huni, semeraut, tidur hanya memakai kain, koran, anyaman yang terbuat dari tali dan jaring bekas sebagai alas; 2) kondisi psikis, kondisi yang dilihat berdasarkan sikap dan perilaku anak jalanan dalam menghadapi berbagai keadaan baik berkaitan dengan diri sendiri maupun interaksi dengan orang lain, seperti berprasangka buruk, sangat sulit diarahkan, hidup bebas, tertutup dan tidak ingin bersahabat, serta kasar; 3) situasi konflik, permasalah yang dihadapi anak jalanan dalam aktivitas keseharian anak jalanan, seperti mengalami eksploitasi, terjerat perilaku kriminal dan mengalami tindak kekerasan fisik dan mental. Kata kunci: representasi, film, anak jalanan, semiotika Pierce

Movie is one of the mass media who had the capability to send messages to audience. This thesis discusse the representation of street child built by signs verbal and non verbal in movie “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” thath aims to reveal how street child representation in the context poverty. The study was a descriptive research using a qualitative design. By using semiotic analysis Pierce it can be conclude that the sign verbal and non verbal in movie “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” represent the street child in various conditions. The result of representation in this movie shows that street child are in poverty condition that is complex that can be categorized into three parts, namely: 1) Physical condition, this condition can be seen from the aspect a body, a place to live and cover the needs of street child, such as dirty and place to live that is not habitable and bed only wear newspaper; 2) Psych condition, this condition can be seen of the attitude and behavior street child in the various of circumstances, good with themself and interaction with other, such as prejudice, hard directed, live free, unfriendly and rough; 3) Conflict situations, the problems facing streets in everyday activities, like experiencing exploitation, entangled criminal behavior and victims of physical and mental. Keywords: representation, movie, street child, Pierce semiotic

Kata Kunci : representation, movie, street child, Pierce semiotic; representasi, film, anak jalanan, semiotika Pierce


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.