MOTIVASI SERIKAT PETANI PEMBAHARU DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI MASYARAKAT (COMMUNITY CONSERVED AREAS) (Studi Kasus di Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
LIDO DE RIO, Dr. Ir. Lies Rahayu WF, M.P.
2015 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANDesa Semoyo merupakan salah satu desa yang memiliki kawasan konservasi masyarakat (KKM). KKM tersebut sepenuhnya dikelola kelompok tani Serikat Petani Pembaharu (SPP). Perlu suatu dorongan/motif untuk menggerakkan sebuah entitas masyarakat agar melakukan upaya konservasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi motivasi yang menggerakkan masyarakat melakukan upaya konservasi. Mengetahui tindakan yang diimplementasikan untuk mengelola kawasan hutan Desa Semoyo sebagai akibat langsung motivasi tersebut. Serta memahami perkembangan motivasi tersebut berdasarkan Hierarki Kebutuhan Maslow. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode analisis interaktif. Data yang digunakan adalah catatan lapangan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis, motivasi utama masyarakat melakukan upaya konservasi adalah kebutuhan fisiologis seperti, air, pangan, dan papan. Serta rasa aman/jaminan terhadap kebutuhan fisiologis tersebut. Berbagai kebutuhan tersebut dapat dirangkum dan dikategorikan sebagai kebutuhan akan kesejahteraan. Berbagai tindakan konservasi dan peningkatan kesejahteraan dilakukan utntuk memenuhi kebutuhan tersebut. Motivasi tersebut menunjukkan perkembangannya menuju hierarki yang lebih tinggi, dari sekedar kebutuhan fisiologis dan rasa aman menuju pada kebutuhan akan rasa memiliki, dihargai, dan perwujudan diri.
Semoyo village is one of the villages that have community conserved areas (CCA). CCA is fully managed by the farmers group Serikat Petani Pembaharu. Encouragement or motivation is needed to drive a public entity in order to carry out conservation programs. This study was conducted to identify the motivation that drives people to do the conservation programs. In addition, to know how motivation influences directly the actions implemented to manage the forests. Including to know how the motivation develops base on Maslow's Hierarchy of Needs. This research was conducted with a qualitative approach and interactive analysis method. The data used is the notes of the interview. Based on the analysis, the main motivation of community conservation programs are physiological needs such as water, food, and shelter. Then it will analyze about safety/security against the physiological needs. Various requirements can be summarized and categorized as the need for welfare. Various conservations are measured and increased welfare done to meet those needs. Motivation is showing progress stoward a higher hierarchy than physiological and safety needs leads to the need for a sense of belonging, valued, and selfrealization.
Kata Kunci : dorongan, hierarki kebutuhan Maslow, motif, motivasi