FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETERPADUAN SIKLUS PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAUPULAU KECIL DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT
M. YODHA MUHDIYA, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP.,Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahIndonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan sekitar 13.466 buah pulau dan 81.791 km garis pantai serta 7,9 juta km2 perairan laut. Dewasa ini Pemerintah telah memberikan perhatian lebih kepada sektor maritim untuk berkembang sebagai salah satu potensi unggulan Indonesia. Kecamatan Sungai Kakap merupakan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) karena dipengaruhi dan memiliki laut, berada pada jalur ALKI I, memiliki ekosistem estuari, dan merupakan merepresentasikan wilayah. yang baru terbentuk. Integrated Coastal Zone Management (ICZM) atau Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu merupakan pendekatan untuk mengelolan WP3K. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan WP3K di Kecamatan Sungai Kakap, diperlukan penelitian yang bertujuan mendeskripsikan dan mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap keterpaduan siklus pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena pendekatan kualitatif menyangkut berbagai aspek yang sulit dianalisis dengan motode kuantitatif, dan hasilnya berupa data deskriptif, bukan numerik untuk menggambarkan kondisi yang terjadi pada lokasi penelitian. Data-data dikumpulkan secara langsung (melalui wawancara) dan secara tidak langsung (melalui instansional). Metode analisis data yang digunakan yakni analisis deret waktu dan analisis tipologi. Siklus Pengelolaan WP3K Kecamatan Sungai Kakap terdiri atas tiga tahap yakni perencanaan, pemanfaatan, serta pengawasan dan pengendalian. Berdasarkan pengamatan terhadap tiga siklus tersebut, ditemukan bahwa siklus Pengelolaan WP3K Kecamatan Sungai Kakap masih belum terpadu. Faktor yang berpengaruh terhadap siklus pengelolaan ini terdiri atas faktor penghambat berupa kurangnya komitmen pemerintah dan rendahnya kualitas SDM, serta faktor pendukung meliputi kondisi alam yang produktif, pemekaran wilayah, dan letak wilayah. Kata kunci: WP3K, ICZM, Siklus Pengelolaan, Studi Kasus
Indonesia is one of the largest archipelago in the world, with about 13,466 islands, 81,791 km of coastline and 7.9 million km2 of marine waters. Recently, the Government has given more attention to the maritime sector to develop as one of the potential winning Indonesia. Sungai Kakap District is a Coastal Zone and Small Island Region (CZSIR), influence by and has a sea, located in ALKI 1 groove, has a estuary ecosystems, and represents the area of the newly formed. Integrated Coastal Zone Management is approach to manage CZSIR. Managing CZSIR in Sungai Kakap District need a research with a purpose to describe and identify the factors that influence the integration cycle of CZSIR management. This research used a qualitative approach with case study method. This approach was chosen because qualitative approach involves various aspects difficult to analyze the quantitative method possible, and the results in the form of descriptive data, not numerically to describe the conditions that occur at the study site. The data collected directly (through interviews) and indirectly (through institutional). Methods of data analysis used the time series analysis and typology analysis. Cycle Management in Sungai Kakap District consist of three stage namely planning, utilization, supervision, and controlling. Based on the observations of the four cycles, it was found that the cycle of CZSIR Management in Sungai Kakap District still not integrated. The influence factors consist of inhibiting factor (lack of government commitment and the low quality of human resources) and supporting faktors (productive natural conditions, location of the CZSIR, and regional divisions. Keywords: CZSIR, ICZM, Cycle Management, Case Study
Kata Kunci : WP3K, ICZM, Siklus Pengelolaan, Studi Kasus; CZSIR, ICZM, Cycle Management, Case Study