KONEKTIVITAS BATUPASIR MENGGUNAKAN ANALISIS SIKUEN STRATIGRAFI PADA RESERVOAR-X FORMASI TALANG AKAR DI LAPANGAN NAGABONAR, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN
MUHAMMAD ABDURROHIM, Ir. Budianto Toha, M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Teknik GeologiLapangan Nagabonar merupakan salah satu lapangan minyak dan gas di Indonesia. Reservoar minyak pada lapangan ini yaitu Reservoar-X dari Formasi Talang Akar yang merupakan batupasir berukuran halus-sedang dan mempunyai perbandingan net sand/gross yang kecil dibandingkan dengan lapangan sekitarnya. Reservoar-X diendapkan sebagai endapan syn-rift dan post-rift yang didominasi dengan fasies pengendapan sungai dan delta. Konfigurasi reservoir di lapangan ini berpengaruh terhadap performance dari sumur-sumur yang ada pada lapangan tersebut. Sumur NB-4 merupakan sumur dengan performa terbaik, sumur lain tidak menghasilkan produksi sebaik sumur NB-4. Kompartemenisasi ataupun barrier dapat diakibatkan oleh adanya struktur namun berdasarkan kondisi reservoar diatas dapat memberikan gambaran bahwa tidak hanya faktor struktur (sesar), namun juga fasies yang dapat menyebabkan perbedaan hasil produksi masing-masing sumur, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan metode sikuen stratigrafi untuk melakukan analisa yang mempengaruhi konektivitas reservoir di Lapangan Nagabonar. Fokus penelitian dalam menggunakan metode sikuen stratigrafi terbagi menjadi 5 Analisis yaitu Konfigurasi Basement, Seismik Stratigrafi, Fasies dan Lingkungan Pengendapan, Sikuen Stratigrafi dan Konektivitas. Data yang digunakan untuk analisis tersebut adalah data dari 13 sumur di lapangan Nagabonar, 3D seismic lapangan Nagabonar, Data interpretasi core dan cutting serta data hasil mud logging. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Reservoar-X Formasi Talang Akar pada lapangan Nagabonar diinterpretasikan memiliki seting tektonik immediate post-rift dalam pola rift basin. Dari fase immediate post rift menunjukkan bahwa Reservoar-X diendapkan pada fase increasing accommodation space dimana pada fase ini sand to shale ratio cenderung kecil. Selain itu dari interpretasi fasies dan lingkungan pengendapan didapatkan interpretasi berupa delta plain yang memiliki fasies distributary channel dan interdistributary zone. Dari hasil analisis, Reservoar-X dapat dibagi 9 zona yaitu X-A, X-B1, X-B2, X-C1A, X-C1A, X-C2,, X-C3, X-D1 dan X-D2. Dengan menggunakan metode sikuen stratigrafi, pada Reservoar-X, disimpulkan memiliki system tract yaitu Increasing Accomodation System Tract atau “Transgresive System Tract (TST)â€. Fase ini dapar memunculkan isolated sand body karena penambahan ruang akomodasi lebih cepat daripada suplai sedimen. Berdasarkan data log diinterpretasikan terdapat fasies side bar distributary channel dan crevasse splay yang secara geometri dan sistem pengendapannya dapat menghadirkan isolated sand. Dari interpretasi fasies tersebut untuk tiap reservoar dibuat peta model fasies. Hasil peta model fasies dikombinasikan dengan data produksi untuk menjelaskan konektivitas Reservoar-X. Secara keseluruhan, sumur yang sudah berproduksi mempengaruhi laju alir sumur di sekitarnya pada isolated sand body yang sama karena adanya hubungan konektivitas. Sedangkan pada fasies yang tidak berhubungan dapat menunjukkan data produksi dan laju alir yang berbeda. Hasil ini membuktikan bahwa pada Lapangan Nagabonar, konektivitas batupasir-nya juga dipengaruhi oleh penyebaran isolated sand fasies. Kata kunci: Sequence Stratigraphy, Talang Akar, Konektivitas, Immediate Post Rift
Nagabonar Field is one of Oil and Gas Field in Indonesia that producing Oil from Reservoir-X Talang Akar Formation. Talang Akar in this field consists of sandstone reservoir which has low net sand/gross. Reservoir-X deposited as a syn-rift and post-rift sediment in deltaic and fluvial environment. Reservoir configuration has huge impact for wells performance in this field. NB-4 is the best well ini this field and no other wells have performance as well as NB-4. Compartment and barrier can caused by geological structure, but knowing the reservoir condition above, there is possibility that facies can also have an impact regarding well performance, and this study will use sequence stratigraphy method to analyze facies impact for reservoir connectivity in Nagabonar Field. Focus of this study using Sequence Stratigraphy can be divided as 5 analyses : Basement Configuration, Seismic Stratigraphy, Facies and Depositional Environment, Sequence Stratigraphy and Connectivity Analyses. Data used for this study consist of well logs from 13 wells, 3D Seismic, result from core and cutting analyses and also mud logging data. Based from the analyses, Reservoir-X Talang Akar Formation has immediate post-rift tectonic setting in rift basin. This setting show that Reservoir-X deposited in increasing accommodation space condition where sand to shale ratio tends to be low. Facies and depositional environment interpretation from this study shows that this reservoir deposited in delta plain environment consist of distributary channel and interdistributary zones facies. The analyses can divide Reservoir-X into 9 zones: XA, X-B1, X-B2, X-C1A, X-C1A, X-C2,, X-C3, X-D1 dan X-D2. And then, using Sequence Stratigraphy, Reservoir-X can be interpreted has Increasing Accomodation System Tract or “Transgresive System Tract (TST)â€. This condition can produce isolated sand body caused by the increasing of accommodation space that surpass the increasing of sediment supply. From the well logs, Reservoir-X sand consist of side bar distributary channel and crevasse splay facies that geometrically can be isolated sand body. Map of facies model created based on the facies interpretation, and this result are combined with production data to define the reservoir connectivity. The result show that all of producing wells interference performance of neighbour wells if they are located in the same isolated sand body, and wells with different isolated sand body show no impact or interference based on the production data. This result show that sand connectivity in Nagabonar Field is a result of isolated body sand facies distribution. Key Word: Sequence Stratigraphy, Talang Akar, Connecivity, Immediate Post Rift
Kata Kunci : Sequence Stratigraphy, Talang Akar, Konektivitas, Immediate Post Rift