FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
ARI TRI ASTUTI, Prof. dr. Hamam Hadi, MS, Sc.D.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pemberian ASI eksklusif sangat bermanfaat baik bagi bayi maupun ibu menyusui. Namun, berdasarkan data dari Riskesdas 2010, persentase menyusui eksklusif pada bayi yang berusia 0-5 bulan di Indonesia masih kurang dari 50 %. Suatu survei pada tahun 2008 di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa sebagian besar bayi memang diberi ASI, tetapi sangat sedikit yang diberi ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Praktik pemberian ASI eksklusif diduga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pendidikan dan pekerjaan ibu, pengeluaran rumah tangga, riwayat pemeriksaan kehamilan, serta dukungan suami. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari penelitian “Analisis Perilaku dan Konsumsi Makanan/Praktik Diet pada Anak di Bawah Usia Lima Tahun, Anak Usia Sekolah Dasar, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesiaâ€. Pengambilan data mentah dilakukan pada Juli 2012 di Kecamatan Amanuban Barat dan Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penggunaan dan pengolahan data sekunder pada Juli-Desember 2014. Subjek penelitian adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi berusia 0-6 bulan. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 155 ibu menyusui. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil : Ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas/pustu/rumah sakit mempunyai kemungkinan 3,51 kali lebih tinggi untuk melakukan praktik pemberian ASI eksklusif (PR=3,51; 95%CI = 1,03- 11,9). Faktor pengeluaran rumah tangga (PR= 0,27; 95%CI= 0,09-0,84) dan daerah asal kecamatan subjek (PR = 0,19; 95%CI= 0,05-0,71) bersifat protektif Kesimpulan : Pengeluaran rumah tangga, tempat pemeriksaan kehamilan, dan asal kecamatan berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Timor Tengah Selatan Tidak ada hubungan antara pendidikan ibu, pekerjaan ibu, tempat persalinan, frekuensi kunjungan antenatal, dan dukungan suami dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Kata kunci : ASI eksklusif, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengeluaran rumah tangga, dukungan suami, riwayat pemeriksaan kehamilan
Background : Exclusive breastfeeding is beneficial to both the infant and the mother. In Indonesia, the National Basic Health Research of 2010 indicated that less than 50% infants aged 0-5 months were exclusively breastfed. A survey in 2008 in Timor Tengah Selatan District, Nusa Tenggara Timur Province showed that most of the infants aged 0-6 months are breastfed, but not exclusively. Several factors have been known to be associated with exclusive breastfeeding practice, such as mother’s education and occupation, household expenditure, antenatal care history, and husband’s support . Methods : An observational study with cross-sectional design was conducted among 155 lactating mothers of infants aged 0-6 months. The secondary data from \\"Study on Behavioral Analysis and Food Consumption/Dietary Practices among Children Under Five, Elementary School Age Children, Pregnant and Lactating Mother in Timor Tengah Selatan District of Nusa Tenggara Timur Province in Indonesia†were used. Raw data were collected in July 2012 in sub district of Amanuban Barat and Kie, Timor Tengah Selatan District. The data were analysed in July-December 2014 using chi-square and logistic regression test. Results : Lactating mothers who did prenatal care at primary health care/primary health care satellite/hospital were 3,51 times more likely to breastfeed exclusively (PR=3,51; 95%CI = 1,03-11,9). Household expenditure (PR= 0,27; 95%CI= 0,09- 0,84) and sub district (PR = 0,19; 95%CI= 0,05-0,71) had protective effect. Conclusion : A significant association was found between exclusive breastfeeding practice and household expenditure, antenatal care location and the sub district in Timor Tengah Selatan District. However, there was no association between exclusive breastfeeding practice and mother’s education, mother’s occupation, place of delivery, antenatal visit frequency, and husband’s support . Keywords : exclusive breastfeeding, mother’s education, mother’s occupation, household expenditure , husband’s support , prenatal care history
Kata Kunci : ASI eksklusif, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengeluaran rumah tangga, dukungan suami, riwayat pemeriksaan kehamilan; exclusive breastfeeding, mother’s education, mother’s occupation, household expenditure , husband’s support , prenatal care histor