PERBANDINGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI PRIMER PADA KELOMPOK TELMISARTAN PAGI ATAU MALAM HARI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. SARDJITO
HURRIA, Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., Apt.
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiTelmisartan merupakan salah satu pilihan terapi antihipertensi golongan angiotensin II antagonis yang bekerja pada sistem RAAS (Renin- Angiotensin-Aldosteron System) dengan cara memblok reseptor Angiotensin II tipe 1 (AT1). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas RAAS terjadi pada dini hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas telmisartan dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi primer stage 1 dan 2 yang dipengaruhi oleh waktu pemberian pagi atau malam hari. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dimana pengumpulan data dilakukan secara prospektif tanpa melakukan randomisasi. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan durasi terapi sejak pasien datang kontrol ke Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito. Selain itu, dilakukan pula pengumpulan data menggunakan rekam medik pasien. Penelitian ini dilakukan selama periode Juli - September 2014. Dari 58 pasien rawat jalan yang didiagnosis hipertensi stage 1 dan 2 dan diterapi menggunakan telmisartan 40 atau 80 mg perhari per oral ditanyakan kebiasaan minum obatnya. Pasien yang terbiasa minum di pagi hari dimasukkan ke kelompok pagi begitu pula pada kelompok malam. Pada kelompok pagi didapatkan 17 pasien yang memenuhi syarat dan 12 yang tidak. Begitu pula pasien untuk kelompok malam 17 pasien yang memenuhi syarat dan 12 yang tidak. Hasilnya, rata-rata tekanan darah sistole pagi sebesar 140,23±20,67 mmHg dan sistole malam sebesar 135,23±17,76 mmHg (p=0,518). Sedangkan rata-rata tekanan darah diastole pagi sebesar 81,53±10,77 mmHg dan diastole malam sebesar 78,70±11,98 mmHg (p=0,475). Dengan tingkat kepercayaan 95% hasil di atas menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara tekanan darah sistole maupun diastole pada pasien kelompok telmisartan malam dengan kelompok telmisartan pagi pada saat kontrol di Instalasi Rawat Jalan Dr. Sardjito. Kata kunci : Hipertensi, Ritme Sirkadian, Telmisartan
Telmisartan is an angiotensin II antihypertensive drug class antagonist acting on the RAAS system (Renin-Angiotensin-Aldosterone System) with angiotensin II type 1 (AT1). This inhibition is influenced by circadian rhythms that in 2011 there were studies that the increase in RAAS activity occurred in the early morning. While prescribing pattern that occurs, telmisartan is often given in the morning. This study design was observational analytic where data collection is done prospectively without randomization . Data were collected for 1 month duration of therapy since the patient came to control at Installation Outpatient Hospital Dr. Sardjito. Moreover, also conducted data collection using patient records. This study was conducted during the period from July to September 2014. Of 58 outpatients diagnosed with hypertension stage 1 and 2 and treated with telmisartan 40 or 80 mg per day orally asked drinking cure. Patients who used to drink in the morning put the morning group so did the group night. In the morning the group obtained 17 eligible patients and 12 were not. Similarly, a group of patients for the night of 17 patients were eligible and 12 were not. As a result, the average morning systolic blood pressure 140.23±20.67 mmHg and nocturnal systolic 135.23±17.76 mmHg (p=0.518). While the average morning diastolic blood pressure 81.53±0.77 mmHg and nocturnal diastolic of 78.70±11.98 mmHg (p=0.475). With a confidence level of 95 % above results showed no significant difference (p>0.05) between systolic and diastolic blood pressure in patients with telmisartan group evening with telmisartan group at follow-up in the morning Outpatient Installation Dr. Sardjito. Keywords: Hypertension, circadian rhythm, Telmisartan
Kata Kunci : Hipertensi, Ritme Sirkadian, Telmisartan; Hypertension, circadian rhythm, Telmisartan