“JURNALISME KLONING, PRAKTIK PLAGIARISME KARYA JURNALISTIK DI KALANGAN JURNALIS†(Studi Kasus Praktik Jurnalisme Kloning di Kalangan Jurnalis di DIY)
RANI DWI LESTARI, Kuskridho Ambardi, M.A., Ph.D.; Drs. I Gusti Ngurah Putra, M.A.
2015 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiPraktik jurnalisme kloning menjadi salah satu fenomena menarik di dunia jurnalistik. Jurnalisme kloning merupakan aktivitas tukar menukar sumber berita yang dilakukan jurnalis dalam menghasilkan karya jurnalistik. Sumber berita yang dimaksud bisa dalam bentuk rekaman wawancara, catatan wawancara wartawan maupun bentuk berita jadi yang dikirimkan antar jurnalis. Praktik jurnalisme kloning ini sangat berdekatan dengan plagiarisme atau penjiplakan suatu karya. Dimana praktik ini dilakukan antar sesama jurnalis dengan menjiplak atau mengambil informasi untuk dituangkan dalam karya jurnalistik dan disebarkan melalui media massa. Tukar menukar sumber berita yang dilakukan jurnalis dari berbagai media menjadikan informasi yang disajikan ke publik menjadi homogen. Jurnalisme kloning bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik khususnya yang mengatur mengenai larangan plagiat. Meski demikian, praktik kloning berita terus berkembang dan menjadi semacam budaya yang sering dilakukan oleh jurnalis yang malas. Kloning berita seolah dianggap hal yang wajar dan mengalami pembiaran baik dari sisi perusahaan media maupun organisasi profesi jurnalis. Di sisi lain, masyarakat selaku konsumen informasi menjadi pihak yang terdampak akibat tidak adanya keberagaman informasi.
The practice of cloning journalism has become interesting phenomenon in the world of journalism. Cloning journalism is an activity of journalist who exchange news sources in producing news. News sources referred to in the form of recorded interviews, reporters interview notes and news, so that is sent between journalists. Cloning journalism is very close to plagiarism or plagiarism of a work. Where this practice is done among fellow journalists by copying or taking information to draw up a work of journalism and disseminated through the mass media. Exchange of news sources that do journalists from various media to make public the information presented to be homogeneous. Cloning journalism contrary to the Code of Ethics of Journalism in particular concerning the prohibition of plagiarism. However, the practice of cloning news continues to grow and become a kind of culture that is often done by lazy journalists. Cloning news regarded as a natural thing and experiencing the omission of both the media companies and professional organizations of journalists. On the other hand, the public as consumers of information into the affected due to lack of diversity information.
Kata Kunci : Jurnalisme kloning, plagiarisme, jurnalis, kode etik jurnalistik, berita