Laporkan Masalah

OPTIMALISASI, PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN AIR BERSIH (Studi Kasus: Jaringan Air Bersih Kecamatan Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua)

JOHANA KEIYA, Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D.;Dr. Ir. Budi Kamulyan, M.Eng

2015 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Intan Jaya sebagai kabupaten pemekaran baru sangat membutuhkan sarana prasarana, salah satunya adalah sarana dan prasarana air bersih. Pada tahun 2011 dibangun jaringan distribusi air bersih oleh pemerintah melalui Dinas PU Kabupaten Intan Jaya. Tujuan Penelitian ini untuk mensimulasikan jaringan eksisting yang ada dan dilakukan optimalisasi serta pengembangan dengan menggunakan Software WaterNet 2.2. Selain itu melakukan kajian kelembagaan dan kelayakan investasi dengan pengelolaan yang dilakukan oleh Dinas PU, UPTD-AM dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Kajian kelembagaan dan kelayakan ekonomi dilakukan pada ketiga lembaga dengan penilaian ditinjau dari struktur organisasi dan personalia (SDM), produksi dan distribusi, jumlah pelanggan dan tingkat pelayanan, serta pendapatan dan biaya. Pendapatan dibedakan pada pemberlakuan tarif / iuran dan subsidi. Skenario pertama Dinas PU memberikan pelayanan secara gratis dari tahun 2013 sampai tahun 2022. Skenario kedua memberlakukan penarikan iuran pelanggan dari swadaya masyarakat. Skenario ketiga Dinas PU memberikan pelayanan gratis dari tahun 2012 sampai tahun 2018 selebihnya membayar setelah ada UPTD - AM. Hasil simulasi WaterNet pada jaringan eksisting dengan tipe aliran Extended menunjukkan, jaringan kurang optimal karena ada 3 node yang tekanannya di bawah 10 meter H2O. Optimalisasi dengan memperbesar diameter pipa pada pipa transmisi. Hasil running menunjukkan terjadi peningkatan tekanan pada 3 node tersebut dengan tekanan lebih dari 10 meter H2O. Pengembangan jaringan dengan menghitung proyeksi jumlah penduduk dan proyeksi kebutuhan air penduduk sesuai RT / RW Kabupaten Intan Jaya. Hasil penilaian ketiga lembaga alternatif pengembangan yang paling besar memberi manfaat dan kelayakan ekonomi ( Net Present Value dan Benefit Cost Ratio) adalah pengelolaan yang dilakukan Dinas PU menuju UPTD-AM. Strategi pengembangan peningkatan kualitas pengelolaan dilakukan dengan menggunakan Metode PDCA (Plan, Do, Chek, Act).

Intan Jaya as a new regency desperately needs infrastructure, one of which is the healthy water infrastructure. In 2011, the water distribution network constructed by the government through Intan Jaya regency collaborated with Department of Public Works. The aim of this study was to simulate the existing network and conduct optimization with software development using Waternet 2.2. Additionally, performance feasibility and institutional investment management were observed which performed by the Department of Public Works, AM UPTD, and Non- Governmental Organization. Institutional and economic feasibility study where conducted at the three institutions with three assessment in terms of organizational structure and personnel ( HR ), production and distribution, the number of customers and service levels, also income and expenses. The revenue distinguished based upon tariffs / fees and subsidies. The first scenario was DPU providing services free of charge from the year 2013 to 2022. The second scenario was putting charges on customers voluntarily. The third scenario DPU provides a free service from 2012 to 2018 after whice customers have to pay until UPTD-AM comes into practice. Simulation results of Waternet in existing network with Extended flow type shows, the network is less optimal due to there are 3 nodes pressure under 10 meters H2O. Optimization by increasing the diameter of the pipe on the transmission pipeline, show an increase higer than 10 meters of H2O on the 3 nodes. Networks were developed by calculating population projections and projected water domestic needs at Intan Jaya regency.The results of the third assessment of alternative institutions which provide greatest development benefits and economic feasibility ( Net Present Value and Benefit Cost Ratio ) is the management of the Public Works Department carried out towards UPTD-AM. Strategy development of improved quality of management was done using PDCA Method ( Plan, Do, Chek, Act ).

Kata Kunci : Jaringan distribusi air bersih, optimalisasi, kelembagaan, kelayakan ekonomi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.