PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAMBI SEBAGAI PEMEGANG JAMINAN FIDUSIA DALAM HAL DEBITUR MENGALAMI KREDIT MACET
AHMAD YANI MAHENDRA, Prof. Dr. Ari Hernawan S.H., M.Hum.
2015 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian tentang Perlindungan Hukum Terhadap PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi Sebagai Pemegang Jaminan Fidusia dalam Hal Debitur Mengalami Kredit Macet bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan debitur mengalami kredit macet dan eksekusi yang lebih banyak dipilih PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi dalam mengeksekusi benda jaminan dan daya gunanya Penelitian ini merupakan penelitian normatif dan empiris.Dikatakan normatif karenamendasarkan pada penelitian dokumenter atau kepustakaan, dan dikatakan empiris karena penelitiandilakukan dengan cara meneliti data primer. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab debitur mengalami kredit macet dikarenakan adanya perobahan nilai pasar yang tidak terduga dan penyalahgunaan dana yang diberikan kreditur kepada debitur hal ini di perparah karena adanya faktor eksternal. Bentuk eksekusi yang lebih banyak dipilih PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi yaitu eksekusi dibawah tangan. Dalam hal ini bank melibatkan KP2LN (Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara) sebagai perwakilan PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi untuk memberikan somasi kepada debitur, hal tersebut menjadikan pemilihan kebijakan yang tadinya diharapkan dapat berdayaguna justru menjadi tidak berdayaguna. Seharusnya PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi melakukan eksekusi penjualan dibawah tangan berpedoman pada undang-undang dan peraturan yang berlaku.
The research on Legal Protection of PT. Bank Pembangunan Daerah of Jambi as Fiduciary Guarantee Holder in Case of Debtor Experienced Bad Credit aimed to know what causing debtor experienced bad credit and execution preferred by PT. Bank Pembangunan Daerah of Jambi in executing guarantee object and its usefulness. This was a normative and empirical research. It was called normative due to it was based on documentary and literature research, and it was called empirical due to this research was conducted by observing primary data. The research result was analyzed qualitatively and was presented descriptively. The research result showed that debtor cause to experience bad credit due to there was an unexpected market value and fund abuse given creditor to debtor. The execution form preferred by PT. Bank Pembangunan Daerah of Jambi i.e. underhand execution. In this case, bank involved KP2LN (Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara) to make time and fund efficient, however, in the policy implementation even helpless and make execution underhand could not run as expected by bank party.
Kata Kunci : Jaminan, Fidusia, Eksekusi,Perlindungan Hukum.