PERBEDAAN NILAI KERATOMETRI PASCA MANUAL SMALL INCISION CATARACT SURGERY ANTARA JAHITAN DENGAN BENANG ABSORBABLE DAN BENANG NON-ABSORBABLE
ESTI MAHANANI, Prof.dr. Suhardjo, SU., SpM(K);dr. Hartono, SpM(K)
2015 | Tesis | SP ILMU PENYAKIT MATALatar belakang: Surgical induced astigmatism merupakan salah satu komplikasi pasca operasi katarak. Berbagai faktor telah diidentifikasi sebagai penyebabnya, salah satunya adalah pemilihan material benang yang tepat untuk operasi Manual Small Incision Cataract Surgery(MSICS). Penggunaan benang absorbale Vicryl telah dianjurkan dari beberapa penelitian karena memberikan nilai astigmatisma yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai keratometri pasca MSICS yang dilakukan penjahitan dengan menggunakan benang absorbable dibandingkan benang non-absorbable. Cara penelitian: Non-Randomized Controlled Trial melibatkan 40 pasien katarak senilis matur pada masing-masing kelompok. Subyek dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan benang absorbable Vicryl 8/0 dan kelompok kontrol benang non-absorbable Nylon 10/0. Prosedur MSICS dilakukan dengan melakukan standarisasi pada pramedikasi operasi, jarak sayatan dengan limbus kornea, panjang sayatan, lokasi sayatan, dan jumlah jahitan pada semua subyek penelitian. Nilai keratometri diukur preoperasi, pasca operasi hari ke-5 dan pasca operasi hari ke-60. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji t dan uji Kai Kuadrat dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Rata-rata nilai keratometri preoperasi pada kelompok benang absorbable Vicryl 8/0 adalah 1,24D±0,62 D, sedangkan pada kelompok non-absorbable Nylon 10/0 adalah 1,22D±0,69 D (p=0,885). Perubahan nilai keratometri (delta keratometri) pada hari ke-5 pasca operasi adalah 0,99D±1,75 D pada kelompok benang absorbable Vicryl 8/0 dan 0,67D±1,50 D pada benang non-absorbable Nylon 10/0 (p=0,382). Perubahan nilai keratometri (delta keratometri) hari ke-60 dan hari ke-5 adalah -0,75D±1,75 D pada kelompok benang absorbable Vicryl 8/0 pada dan -0,39D±1,25 D pada benang non-absorbable Nylon 10/0 (p=0,302). Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan nilai keratometri (p=0,944) dan perbedaan perubahan nilai keratometri (delta keratometri) (p=0,302) yang bermakna pada jahitan dengan menggunakan benang absorbable Vicryl 8/0 maupun benang non-absorbable Nylon 10/0. Terdapat peningkatan nilai keratometri yang lebih tinggi pada kelompok benang absorbable Vicryl 8/0 pada hari ke-5 pasca operasi tetapi mengalami penurunan yang lebih besar pada hari ke-60 pasca operasi.
Background: Surgical induced astigmatism is one of the most complications after cataract surgery. Various factors have been identified as the causes, one of which is the proper selection of materials suture for Manual Small Incision Cataract Surgery (MSICS). This study was to evaluate the keratometry value differences between absorbable suture and non-absorbable suture for Manual Small Incision Cataract Surgery. Methods: Non randomized controlled trial involving 40 patients with senile mature cataract in each group. The subjects were divided into 2 groups: the treatment group whom sutured with absorbable Vicryl 8/0 and a control group whom sutured with non-absorbable Nylon 10/0. MSICS performed in all subjects with standartization of premedication, incision length and location, distance incision location from limbus cornea and the number of suture. Keratometri values measured preoperative, day 5 postoperative and day 60 postoperative. Data were statistically analyzed by t test and chi-square test with 95% confidence intervals. Result: Preoperative keratometry in absorbable Vicryl 8/0 was 1.24D±0.62 D while in non-absorbable Nylon 10/0 was 1.22D±0.69 D (p=0.885). Keratometry value differences (delta keratometry) on day 5 post-surgery was 0.99D±1.75 D at absorable Vicryl 8/0 group and 0.67D±1.50 D at non-absorbable Nylon 10/0 group (p=0.382). Keratometry value differences (delta keratometry) between day 60 and day 5 postoperative was -0.75D±1.75 D at absorbable Vicryl 8/0 group and -0.39D±1.25 D at non-absorbable Nylon 10/0 group (p=0.302). Conclusion: There were no significant differences in keratometry values (p=0.944) and delta keratometry values (p=0,302) between absorbable Vicryl 8/0 and non-absorbable Nylon 10/0. There was an increasing keratometry value higher on absorbable Vicryl 8/0 group at day 5 but also has decreased higher up to day 60 postoperative.
Kata Kunci : keratometri, manual small incision cataract surgery, surgical induced astigmastism, jahitan vicryl, jahitan nylon, benang absorbable.