Laporkan Masalah

MUNCULNYA MASALAH PUBLIK BARU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONFLIK SOSIAL Dalam Kasus Perumahan Modern di Kabupaten Sleman

ASMARAWATI HANDOYO, Dr. Ratminto; Dr. Agus Heruanto Hadna

2014 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan Publik

Meningkatnya jumlah pendatang di Kabupaten Sleman telah meningkatkan permintaan akan hunian. Pada saat yang sama, pengembang berlomba-lomba membangun perumahan modern, tidak saja di wilayah perkotaan namun juga merambah ke wilayah perdesaan Sleman. Situasi ini mempertemukan dua kharakteristik masyarakat yang berbeda yaitu kehidupan tradisional masyarakat asli Sleman dan kehidupan modern penghuni perumahan modern. Tanpa disasari, pertemuan dua kharakteristik yang berbeda ini menciptakan konflik sosial di masyarakat Sleman seperti sinisme, protes, kebencian, dan tindakan pengrusakan. Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengungkap penyebab munculnya permasalahan publik baru yang berimplikasi pada konflik sosial dari hadirnya perumahan modern di Kabupaten Sleman. Masyarakat modern yang heterogen, cenderung independen, dan dikenal individualis bertemu dalam satu ruang yang sama dengan masyarakat tradisional yang memiliki kharakteristik homogen, cenderung dependen terhadap orang lain, bersifat terbuka, dan kekeluargaan. Bertemunya dua kharakteristik masyarakat berbeda ini melahirkan berbagai permasalahan publik baru di masyarakat, meliputi permasalahan ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Sayangnya, kedua masyarakat tidak memiliki mekanisme untuk menyelesaikan masalah publik baru ini. Keduanya cenderung memilih perlawanan daripada cara negosiasi. Masyarakat asli melakukan perang plakat, pengerusakan, protes, dan menuntut ganti rugi. Sikap masyarakat perumahan tidak kalah buruknya. Masyarakat perumahan sama-sama melakukan perlawanan dengan membalas perang plakat, melanggar perjanjian, dan menutup komunikasi dengan masyarakat asli. Di sisi lain, pemerintah sebagai pemilik kewenangan yang mengatur keberadaan perumahan modern gagal untuk mengintervensi situasi konflik di masyarakat. Pemerintah terjebak dalam permasalahan internal seperti lemahnya regulasi, rendahnya kapasitas, buruknya koordinasi diantara dinas-dinas terkait, vested interest, dan lemahnya penegakan hukum. Akibatnya, permasalahan publik baru tidak pernah mendapatkan intervensi negara dan situasi konflik sosial tidak terselesaikan bahkan semakin memburuk di masyarakat Sleman. Kesimpulan, bertemunya tiga situasi yaitu munculnya berbagai permasalahan publik baru, yang disikapi kedua kelompok masyarakat dengan cara yang tidak tepat, diikuti kegagalan pemerintah sebagai pemilik kewenangan dalam mengintervensi permasalahan, telah melahirkan konflik sosial atas hadirnya perumahan modern di Sleman. Kata kunci: publicness, masalah publik, konflik sosial

The significant number of migrants in Sleman regency has increased the demand of housing. At the same time, investors compete to build modern housing in this region which is often considered to have traditional life, not only in urban area but also in rural one. This situation unites two different characteristics, namely traditional life of indigenous people and modern life of modern housing inhabitant. Unconsciously, this confluence brought social conflicts in Sleman society such as cynicism, protest, hatred, and vandalism act. This research is written to reveal the causes of social conflicts due to the existence of modern housings in Sleman regency. Expectantly, this invention can be input to solve the social conflict that has been being faced Sleman Regency. Modern society known as heterogeneous, independent to others, and individualistic society unites in the same place with traditional society which is considered as homogeneous, dependent to others, open, and clannish society. The confluence of traditional life and modern one emerged some of new public problems in society, namely economical, social cultural, and environmental problems. Unfortunately, both of societies have not mechanism to solve this new publicness. Both of societies tend to choose fighting than negotiation. Indigenous people committed plakat war, vandalism, protest, and demanded claim damage. Moreover, modern housing inhabitants against in bad way too by avenged plakat war, broke the treaty, and closed the communication. Furthermore, government as the authorities controlling the existence of modern housing failed to intervention conflict situation in society. Government has been trapped in internal problems such as weakness of regulation, low capacity, poor coordination among of agency, authorities vested interest, and low of the enforcement law. Due to that, the conflict has never been interventioned by state and become deteriorating situation in Sleman society. In conclusion, confluence of three situations namely the emergence of new public problems, followed by inappropriate action of both two societies, and failure of government as authorities of policy to solve the new public problems brought the existence of modern housing to social conflict in Sleman regency. Key Words: publicness, public problem, social conflict

Kata Kunci : Kata kunci: publicness, masalah publik, konflik sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.