Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL DAN FAKTOR RISIKO TOKSOPLASMOSIS DI JAWA TENGAH BAGIAN SELATAN

ANNISA RETMANASARI, Prof. Dr. drh. Wayan T. Artama; Barandi Sapta Widartono, S.Si, M.Si

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Penyakit ini mampu menyebabkan aborsi pada janin dan hidrocephalus. Mekanisme Transmisi penyakit dapat terjadi secara vertikal dari ibu hamil ke janin dan secara horizontal dengan cara memakan daging yang kurang matang atau memakan sayuran mentah atau meminum air yang terkontaminasi. Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor pendukung dari kelangsungan hidup T. gondii. Elevasi dan jarak sungai dengan lokasi pengambilan sampel merupakan faktor lingkungan yang dipertimbangkan berpengaruh terhadap distribusi Toksoplasmosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi toksoplasmosis di Jawa Tengah bagian selatan, distribusi keruangan toksoplasmosis di Jawa Tengah bagian selatan dengan menggunakan SIG dan faktor-faktor yang berkaitan dengan terjadinya toksoplasmosis dengan pendekatan ecohealth. Enam ratus tiga puluh sampel berasal dari 7 kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Purworejo, Kebumen, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo. Ketujuh kabupaten tersebut dibagi ke dalam 3 klaster secara purposive, dan masing-masing kabupaten dibentuk subklaster berdasarkan perbedaan topografi. Pemilihan sampel dilakukan secara random. Faktor resiko didapatkan dari pengisian kuesioner oleh responden. Sampel serum diuji dengan ELISA. Analisis statistik yang digunakan yaitu chi square (bivariat). Seroprevalensi toksoplasmosis dari hasil pemeriksaan IgM dan IgG yaitu 62,54%. Distribusi keruangan toksoplasmosis Jawa Tengah bagian selatan dengan menggunakan SIG terlihat pengelompokan kasus di setiap wilayah yang terinfeksi toksoplamosis dan terjadi pula pada wilayah yang tidak ada kasus toksoplasmosis. Distribusi toksoplasmosis paling banyak di dataran rendah. Faktor resiko terjadinya kasus toksoplasmosis di Jawa Tengah bagian selatan yaitu keberadaan kucing (OR 1,423; p value 0,045), pekerjaan/aktivitas kontak dengan daging mentah (OR 1,772; p value 0,001), sumber air (OR 1,740; p value 0,003), elevasi (OR 56,198; p value 0,000).

Toxoplasmosis is a zoonotic disease caused by Toxoplasma gondii. This disease cause, abortion of the fetus, hydrocephalus, and neurological disease in the fetus. The disease transmission can occur through two mechanisms: vertically from a pregnant mother to the fetus and horizontally by consume undercooked meat, contaminated raw vegetables, and contaminated water. The condition of environment is considered as one of the factors support the survival of T. gondii. Altitude, and distance of the river to the sampling locations are environmental factors that could affect the distribution of toxoplasmosis. The study aims are to determine the seroprevalence of toxoplasmosis in the southern part of Central Java, the spatial distribution of toxoplasmosis in the southern part of Central Java by using GIS, and factors associated with the occurrence of toxoplasmosis using Ecohealth approach. Six hundred and thirty samples were collected from 7 districts in Central Java, there are Purworejo, Kebumen, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara and Wonosobo. Those seven district are divided into 3 clusters purposively, and each district is grouped into sub-cluster based on topography difference. The sample selection was done randomly. Risk factors were obtained from the respondents questionnaires. Serum samples were tested by ELISA. The statistical analysis was using the chi-square (bivariate). Toxoplasmosis seroprevalence of anti-toxoplasma IgM and IgG test results are 62,54%. Spatial distribution of the southern part of Central Java toxoplasmosis using GIS looks clustering of cases in each region of the infected toksoplamosis and occurs also in the area that no cases of toxoplasmosis. Distribution of toxoplasmosis most in the lowlands. Risk factors for toxoplasmosis cases in the southern part of Central Java, namely the existence of a cat (OR 1,423; p value 0,045), work / activity contact with raw meat (OR 1,772; p value 0,001), springs (OR 1,740; p value 0,003), elevation (OR 56,198; p value 0,000).

Kata Kunci : Toksoplasmosis, seroprevalensi, T. gondii, Sistem Informasi Geografis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.