POTENSI PENGGENANGAN TSUNAMI AKIBAT GEMPABUMI DI WILAYAH PALUNG JAWA (KASUS PANTAI DAN PESISIR PELABUHAN RATU)
LUTFI TRI MULYANI, Prof.Dr.Sunarto,M.S;Dr.rer.nat.Djati Mardiato,M.Si
2015 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini dilakukan di wilayah pantai dan pesisir Pelabuhan Ratu yang terletak di bagian selatan Jawa Barat dan berhadapan dengan sumber tsunami di Samudra Hindia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui runup yang dapat terjadi akibat tsunami yang terjadi dari gempabumi di celah kegempaan (seismic gap) sekitar Palung Jawa, menghitung waktu tempuh yang diperlukan oleh tsunami tersebut hingga mencapai wilayah pesisir Pelabuhan Ratu, mengetahui potensi penggenangan wilayah pesisir Pelabuhan Ratu dan menentukan metode evakuasi yang efektif di wilayah Pelabuhan Ratu jika terjadi tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, simulasi skenario tsunami menggunakan model TUNAMI-N2 dan analisis hasil keluaran model. Berdasarkan analisis hasil simulasi menggunakan TUNAMI-N2 tersebut, run-up yang dapat terjadi akibat tsunami dari gempabumi di celah kegempaan sekitar Palung Jawa umumnya mengikuti pola topografi ketinggian wilayah. Waktu tempuh yang diperlukan oleh gelombang tsunami pertama hingga mencapai wilayah pesisir Pelabuhan Ratu berkisar antara 24 hingga 27 menit. Potensi penggenangan tsunami wilayah pesisir Pelabuhan Ratu jika terjadi gempabumi di celah kegempaan sekitar Palung Jawa pada umumnya terdapat pada kategori sangat berbahaya mengingat tinggi run-up dapat mencapai lebih dari 3 meter dari permukaan serta laut dengan area penggenangan paling luas dibanding wilayah sekitarnya hingga lebih kurang 319,11 ha (46,43% luas wilayah Pelabuhan Ratu) dan mencapai 3 km dari garis pantai. Metode evakuasi secara vertikal dan horizontal memiliki efektivitas yang relatif sama untuk dilakukan jika terjadi tsunami di wilayah Pelabuhan Ratu.
This research was conducted in the coastal areas of Pelabuhan Ratu, located in southern part of West Java and dealing with the source of tsunami in Indian Ocean. The purpose of this study was to determine run-up of tsunami wave that may occur as a result of earthquakes in seismic gap around Java Trench, to calculate travel time required by the tsunami to reach coastal areas of Pelabuhan Ratu, to know potential inundation of coastal areas in Pelabuhan Ratu, and to determine effective evacuation method in Pelabuhan Ratu. The method used in this study include field surveys, tsunami scenarios simulation using TUNAMI-N2 models and results analysis from model output. Based on analysis of TUNAMIN2 simulation results, run-up that occur as result of tsunami caused by earthquakes in seismic gap of the Java Trench generally follow the pattern of topographic elevations. Travel time required by first tsunami wave to reach coastal areas of Pelabuhan Ratu ranged from 24 to 27 minutes. Inundation over coastal areas of Pelabuhan Ratu generally are in very dangerous category considering the maximum tsunami height can reach more than 3 meters above sea level, 3 km from coastline and 319.11 ha area (46.43% of Pelabuhan Ratu area). Both vertical and horizontal evacuation methods have relatively same effectiveness to do in case of a tsunami occurred in Pelabuhan Ratu region. Keywords: TUNAMI-N2, run-up, tsunami inundation, evacuation methods
Kata Kunci : TUNAMI-N2, run-up, penggenangan tsunami, metode evakuasi