Laporkan Masalah

POLA PERMUKIMAN DI LAHAN KAPUR KAMPUNG SARAWANDORI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN

SYAMSUDDUHA AHMAD, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng, Ph.D; Ir. Didik Kristiadi, MLA., M.Arch., UD

2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Salah satu permukiman di pesisir Kabupaten Kepulauan Yapen, yang merupakan lahan kapur adalah permukiman penduduk di Kampung Sarawandori. Lahan batu gamping atau yang dikenal oleh penduduk lokal sebagai batu karang/kapur, didominasi oleh bukit dan gunung karang, lahan datar yang ada terbatas. Lahan datar yang terbatas di Kampung Sarawandori menjadi lokasi permukiman penduduk. Penelitian bertujuan mendiskripsikan pola permukiman di lahan kapur Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif yang berlandaskan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis induktif. Penelitian mengenai pola permukiman di lahan kapur Kampung Sarawandori, menghasilkan beberapa unit informasi yang dapat dikelompokkan dalam tema-tema: (1) Sejarah permukiman yang dimulai dengan berpindah-pindah hingga menetap di lahan kapur. (2) Jenis penggunaan ruang berdasarkan kondisi fisik dan potensi keruangan kampung. (3) Matahari sebagai orientasi bangunan dan pengaruh lingkungan terhadap bentuk bangunan. (4) Sistem kepemilikan meliputi hak ulayat, hak waris, wainaririjat dan hak pakai terhadap tanah. (5) Sarana dan prasarana kampung sebagai pendukung kegiatan permukiman. (6) Tanah dan laut sebagai sumber penghidupan penduduk. (7) Sistem kekerabatan dalam kelompok permukiman berdasarkan hubungan satu mata rumah. (8) Hubungan tiga tungku dalam sistem kepemimpinan. (9) Tradisi, religi dan kepercayaan yang berorientasi keruangan dan mengikat kehidupan penduduk. (10) Adaptasi terhadap lingkungan dan pemanfaatan tanah kapur. Tema-tema permukiman yang diperoleh diabstraksikan dalam tiga konsep permukiman. Konsep pengelompokkan satuan permukiman berbasis tradisi satu mata rumah, pengelompokkan satuan permukiman berbasis lembaga gereja dan pengelompokkan satuan permukiman berbasis orientasi dan aksesibilitas jalan. Ketiga konsep permukiman mengarah pada satu rumusan teori local yaitu prinsip hidup dalam wakaya sebagai basis pola permukiman di lahan kapur Kampung Sarawandori. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pola permukiman di lahan kapur Kampung Sarawandori, membentuk pengelompokkan satuan permukiman, yaitu pengelompokkan yang berbasis tradisi, pengelompokkan berbasis lembaga gereja dan pengelompokkan berbasis orientasi dan aksesibilitas.

One of coastal settlements in Yapen Island Regency that is the limestone land is Sarawandori Village. Limestone or known by the locals as reef is dominated by hill and mountain coral, while flat land is constricted there. Limited flat land in Sarawandori Village becomes the location of settlements. This research aimed to describe the pattern of settlements at limestone land in Sarawandori Village, District of Kosiwo, Yapen Island Regency. The methodology used qualitative method based on phenomenology. The data were collected by observation, interviews and documentation and analyzed using inductive analysis techniques. Research of the settlements pattern in Sarawandori Village producing some units of information that can be grouped in several themes, namely: (1) Settlement history that began with the moves to settle in the limestone land. (2) Use of space type based on physical condition and spatial potential of the village. (3) The sun as the orientation of the building and the environmental influences on a building form. (4) Land ownership system includes ulayat rights (customary rights), hereditary rights, wainaririjat and right use of land. (5) Facilities and infrastructure as supporters of settlement activities. (6) Land and sea as sources of livelihood. (7) Kinship systems in settlement group based on satu mata rumah relationship. (8) Tiga tungku relationship in the leadership system. (9) Tradition, religion and belief that spatial oriented and binding population lives. (10) Adaptation to the environment and limestone use. The obtained settlement themes are abstracted in three concept of settlements. Grouping settlement unit based on the satu mata rumah tradition, based on the institution of the church and based on the orientation and road accessibility. All three settlement concepts lead to one recipe local theory, namely the principle of living in wakaya as the base pattern of settlements at limestone land in Kampung Sarawandori. The conclusion of the research showed that the pattern of settlements at limestone land Kampung Sarawandori, formed three groups unit of settlement, namely grouping based on the satu mata rumah tradition, based on the institution of the church and based on the orientation and road accessibility.

Kata Kunci : Pola permukiman, lahan kapur, pengelompokkan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.