PENGINDERAAN JAUH HIPERSPEKTRAL HYPERION EO-1 UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN EKOWISATA KAWASAN MANGROVE DI PULAU KARIMUN DAN KEMUJAN
DIMAR WAHYU ANGGARA, Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. M. Baiquni, M.A
2015 | Tesis | S2 GeografiEkosistem mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem penting yang ada di permukaan Bumi. Beragam potensi dapat dikembangkan dari ekosistem mangrove tersebut. Potensi ekonomi, ekologis, wisata merupakan contoh potensi dari mangrove yang dapat dikembangakan. Pulau Karimun dan Kemujan terdapat ekosistem mangrove yang masih berpotensi untuk dikembangkan. Pengembangan dan pemanfaatan potensi tersebut tentunya harus dilakukan secara baik agar kondisi mangrove dapat terjaga. Ekowisata merupakan salah satu metode pengembangan dan pemanfaatan yang dapat menjadi solusi pemanfaatan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) memetakan kondisi biofisik mangrove 2.) menguji akurasi pemetaan kondisi biofisik mangrove, dan 3.) mengetahui signifikansi hasil pemetaan biofisik mangrove, semua dalam kaitannya dalam manajemen ekowisata. Hasil pemetaan dipergunakan sebagai sumber data untuk melakukan manajemen ekowisata, dengan memanfaatkan citra hiperspektral Hyperion EO-1 Pemetaan kondisi biofisik mangrove dapat dilakukan pada skala menengah sesuai dengan kemampuan citra Hyperion EO-1. Akurasi pemetaan adalah 53.7%, dihitung menggunakan metode Matriks Kesalahan. Berdasarkan penggunakan sumber data, manajemen ekowisata dapat dilakukan pada skala menengah. Peta sebaran biofisik dapat memberikan dukungan secara maksimal dalam proses perencanaan dan pengembangan ekowisata di Pulau Kemujan dan Karimun.
Mangrove ecosystem is one of the important ecosystems on earth. Various potency can be developed from mangrove ecosystem. Economic, ecological, tourism is an example of mangrove ecosystem’s potency that can be developed. Karimun and Kemujan islands possess potential mangrove ecosystem that still can be developed. Development and utilization of this potential must be done in good order so that mangrove condition can be maintained. Ecotourism is one of the methods of development and utilization that apply sustainable method. This study aims to: 1) map of mangrove biophysical conditions 2.) test accuracy of mangrove biophysical condition’s map, and 3.) know the significance of mangrove biophysical condition’s map, related to the ecotourism. The map result is used as a data source for the development of ecotourism. Biophysical mapping utilize Hypespectral sensor of EO-1, Hyperion. Mangrove’s biophysical condition maping can be performed on a medium scale in accordance with Hyperion ability. Mapping accuracy was 53.7%, calculated using the Confussion Matrix. Based on the data source, Hyperion, ecotourism management can be performed on a medium scale. Mangrove biophysical conditions map can provide maximum support in the planning and development of ecotourism in Kemujan and Karimun Islands.
Kata Kunci : Ekowisata, Hyperion, Mangrove, Karimunjawa