IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN JALAN NASIONAL BERDASARKAN ARAHAN RENSTRA DITJEN BINA MARGA (2015-2019) (Studi Kasus Jaringan Jalan Nasional di Provinsi Sumatera Selatan, BBPJN III)
RIZKY ARDHIARINI, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T
2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiUntuk mewujudkan tercapainya arahan Rencana Strategis Ditjen. Bina Marga, dan sasaran strategis MP3EI, yaitu meningkatnya konektivitas antar koridor-koridor utama perekonomian khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, dibutuhkan jaringan jalan dengan kondisi kinerja dan kemantapan yang baik. Identifikasi program penanganan jaringan jalan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan penanganan jaringan jalan berdasarkan kondisi teknis dan tingkat kepentingan penanganannya, guna mendukung terwujudnya kondisi dan kinerja jaringan jalan yang optimal. Usulan program penanganan yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan sebagai acuan (baseline) dalam menentukan kegiatan penanganan jaringan jalan di Provinsi Sumatera Selatan dari tahun 2015 hingga tahun 2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Analisis Multi Kriteria (AMK), dengan melibatkan: (1) kinerja jaringan jalan, meliputi lebar perkerasan , volume lalulintas, V/C ratio, kecepatan tempuh kendaraan, dan waktu tempuh kendaraan; serta (2) kondisi kemantapan perkerasan, meliputi nilai IRI, nilai SDI, dan proporsi kemantapan jalan sebagai parameter penilaian kondisi teknis jalan. Analisis multi kriteria mengkombinasikan skor penilaian kondisi teknis jalan dengan rangking tingkat kepentingan pengembangan wilayah yang dilalui jaringan jalan. Analisis kebutuhan penanganan jaringan jalan dilakukan dari tahun 2015 hingga tahun 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2015 kebutuhan penanganan didominasi oleh pemeliharaan rutin (95,86% dari total panjang), tahun 2016 kebutuhan penanganan didominasi oleh pemeliharaan rutin (mendekati 100,00% dari total panjang), tahun 2017 kebutuhan penanganan didominasi oleh pemeliharaan rutin (mendekati 100,00% dari total panjang), tahun 2018 kebutuhan penanganan didominasi oleh pemeliharaan rutin (mendekati 100,00% total panjang), dan pada tahun 2019 kebutuhan penanganan didominasi oleh pemeliharaan rutin (mendekati 100,00%), dengan target capaian panjang jalan berdasarkan : (a) lebar ≥ 7,0 meter terpenuhi 100,00%; (b) V/C ratio < 0,75 terpenuhi 97,83%; (c) kecepatan tempuh > 60Km/jam terpenuhi 18,50%; (d) waktu tempuh < 1,6jam/100Km terpenuhi 17,32%; (e) proporsi kemantapan jalan > 95% terpenuhi 100%; (f) nilai IRI < 4 m/Km terpenuhi 90,37%; dan (g) nilai SDI < 50 terpenuhi 91,59%. Namun capaian 100,00% panjang jalan dengan lebar minimal 7,0 meter dan 90,37% panjang jalan dengan nilai IRI < 4,0 m/km pada tahun 2019 ternyata tidak berdampak penting terhadap peningkatan panjang jalan yang memiliki waktu tempuh (travel time) < 1,6 jam/100km, hal tersebut karena tidak ada usulan program penanganan khusus terhadap perbaikan geometrik jalan yang substandar
The enhancement of connectivity between the main corridors of the economy in South Sumatera, as a purpose of the Strategic Plan of Directorate General of Highway and also an objectives of MP3EI, is able to achieved by require good condition both performance and pavement. In order to support the optimal condition of the road, the identification of road management was conducted to determine the needs of road maintenance based on technical conditions and importance level of development of the road traversed. The management program proposed is expected to be used as a baseline in determining the maintenance of the road network in South Sumatera from 2015 until 2019. This research used Multi-criteria Analysis (MCA) as a method, involving : (1) road network performance, covering width of roadways, traffic flow, V/C ratio, travel speed and travel time of the vehicle; and (2) pavement condition, with IRI, SDI, and the proportion of good pavement condition as a parameter. Multi-criteria analysis used combines road condition assesment score and importance level of development of the area traversed by. This analysis conducted from 2015 until 2019. The research present that maintenance needs in 2015 were dominated by routine maintenance (95,86% of the total length), then in 2016 until 2019 the needs were dominated by routine maintenance (close to 100,00% of the total length). As the maintenance applied, a vast amount of total road length fulfilled as an achievement target. The results are follows: (a) 100,00% with width of roadways ≥ 7,0 meter; (b) 97,83% with V/C ratio < 0,75; (c) 18,50% with travel speed > 60Km/hour; (d) 17,32% with travel time (TT) < 1,6 jam/100Km; (e) 100,00% with good pavement condition > 95%; (f) 90,37% with IRI < 4 m/Km; and (g) 91,59 with SDI < 50. Yet with the achievement of 100,00% of total road length with a minimum width 7,0 meter and 90,37% of total road length with an IRI less than 4,0 m/km in 2019 was not have a significant impact on increasing length of the road with a travel time (TT) less than 1,6 jam/100km. The condition is caused by there are no maintenance requirements concerning improvement of the substandard road geometric.
Kata Kunci : AMK, jalan,kebutuhan, penanganan