Laporkan Masalah

LOCAL WISDOM ON SAVING TROPICAL FOREST: The Case Study of Customary Forest In Kenegerian Rumbio, Kampar, Riau

NURALAMIN, M. Sani Rochansyah, ST., M.Eng., D.Eng.

2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Pendekatan konvensional di dalam pengelolaan hutan di Indonesia selama lebih dari tiga dekade belum berhasil menunjukkan hasil yang memuaskan. Alih-alih menjadi lestari, kawasan hutan di berbagai kawasan di Indonesia justru mengalami berbagai kerusakan yang sangat parah. Kesuksesan program pengelolaan kawasan hutan yang dilaksanakan oleh masyarakat adat di kenegerian Rumbio memberikan perspektif baru yang sangat menarik dalam pengelolaan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti nilai-nilai kearifan lokal yang dipegang dan diaplikasikan oleh masyarakat di Kenegerian Rumbio tersebut di dalam mengelolan kawasan hutan adat mereka dan menganalisa faktor-faktor yang berperan penting di dalam penerapan nilai-nilai adat tersebut Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan di dalam empat desa yaitu Desa Rumbio, Pulau Sarak, Padang Mutung dan Koto Tibun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan serta wawancara dengan dua belas (12) pemberi informasi kunci (key Informant). Penelitian ini telah menemukan bahwa keberadaan lembaga adat adalah faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap kesuksesan kegiatankegiatan konservasi karena lembaga adat tersebut telah berperan sangat besar dalam mensukseskan penerapan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat untuk pelestarian hutan adat. Beberapa faktor lain yang juga berpengaruh secara signifikan adalah wibawa dan kekuasaan dari para pemimpin adat, rasa kebersamaan di antara warga masyarakat di Kenegrian Rumbio, dukungan dari fihak-fihak terkait (pemerintah daerah) serta seluruh anggota masyarakat. Selain itu manfaat keberadaan hutan adat yang telah dirasakan oleh seluruh anggota masyarakat mendorong masyarakat untuk terus menjaga kawasan hutan adat Kenegerian Rumbio.

Conventional approaches of forest management in Indonesia for more than three decades have not shown satisfactory results. Instead of being sustainable, the forest areas in various regions of Indonesia have suffered severe degradation. The success of forest management programmes carried out by indigenous peoples in Kenegerian Rumbio gives exciting new perspective in managing forest. This research was aimed to study the values of local wisdom held by the community related to forest management of their customary forest and to analyze factors that play an important role in the implementation of these traditional values The method used was case study in four villages that were the Village of Rumbio, Pulau Sarak, Padang Mutung and Koto Tibun. Data collection was conducted through field observations and interviews with 12 key informants. The study found that the existence of traditional institutions is the most dominant factor affecting the success of the conservation activities as the traditional institution has played major roles in the implementation of the values of local wisdom in the traditional forest management. Some other factors that have also significantly affected were the authority or power of traditional leaders, a sense of togetherness, supports of related parties, active participations of the community members as well as the benefits from forests that they have already enjoyed of.

Kata Kunci : Pengelolaan kawasan hutan, kearifan lokal, hutan adat, lembaga adat, masyarakat adat, Kenegerian Rumbio


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.