DELIGNIFIKASI LIGNIN TKKS DENGAN METODE ORGANOSOLV MENGGUNAKAN KOMBINASI ASAM ASETAT DAN ASAM FORMAT PADA BERBAGAI SUHU PEMASAKAN
ANGGA PRAMANA, Prof.Dr. Purnama Darmadji, M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Teknologi Hasil PerkebunanTandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat berlignoselulosa dengan kandungan holoselulosa (selulosa dan hemiselulosa) serta lignin masing-masing berkisar antara 62-64 % dan 21-23 %. Pemanfaatan lignin dapat digunakan sebagai bahan pengikat, perekat, pengisi, surfaktan, produk polimer, dispersan dan sumber bahan kimia lainnya pada berbagai industri. Proses organosolv merupakan salah satu metode pengisolasian lignin diaman pada proses isolasi lignin suhu merupakan faktor yang akan mempengaruhi kecepatan reaksi pelarutan lignin. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik umum isolat lignin, rendemen lignin, kemurnian lignin, dan gugus fungsional lignin. Pada penelitian dilakukan pengkajian yaitu pengaruh suhu pemasakan pada proses isolasi TKKS dengan metode organosolv menggunakan pelarut asam asetat dan asam format dengan katalis HCl 0,1 %. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) yang terdiri dari 1 faktor, yaitu suhu pemasakan yang terdiri atas 4 aras, meliputi suhu 60°C, 85°C, 100°C dan suhu 121°C. Dari faktor perlakuan suhu tersebut masing-masing diulang sebanyak 3 kali, sehingga jumlah seluruh sampel 4 × 3 = 12 unit. Berdasarkan hasil yang didapatkan, isolat lignin TKKS memiliki karakteristik umum yang sesuai dengan standar lignin yang didapat dari penelitian sebelumnya. Rendemen lignin TKKS terbesar didapat dengan menggunakan suhu 85°C yaitu sebesar 15,87 %. Sedangkan kemurnian isolat lignin TKKS sebesar 94,87 % didapatkan pada perlakuan dengan menggunakan suhu 121°C. Berdasarkan analisis gugus fungsional dengan menggunakan FTIR isolat lignin yang didapatkan, isolat lignin yang diisolasi pada suhu pemasakan 60°C, 85°C, 100°C dan 121°C memiliki kesamaan gugus fungsional yaitu uluran eter, cincin aromatik, uluran C-H metil, cincin guasil dan cincin siringil.
Palm Kernel Shells (PKS) are lignocellulosic by product containing holocellulose (cellulose and hemicellulose) and lignin ranged between 62-64 % and 21-23 %, respectively. Lignin can be utilized as binder, adhesive, filler, surfactant, polymer product, dispersant and other chemicals source in various industries. Organosolv is an isolation method for lignin whereby temperature is lignin solubility rate determining factor. This study aimed to measure lignin isolate characteristics, its yield, purity, and functional group, which obtained using acetic acid and formic acid as solvent and 0.1% HCl as catalyst by organosolv method at various temperatures (60°C, 85°C, 100°C and 121°C). Completely Randomized Design was applied using one factor of temperature, data was taken as triplicate thus experiment was conducted on 12 units. Results showed that lignin isolate from PKS generally had standard characteristic based on previous researches. Highest yield of 15.87% was obtained at 85°C, while libnin with highest purity of 94.87% was obtained at 121°C. Functional groups analysisi using FT-IR indicated that lignin isolate obtained using heat temperature of 60°C, 85°C, 100°C and 121°C had similar functional groups, consist of ether linkage, aromatic rings, C-H methyl linkage, guaiacyl rings, and syringyl rings.
Kata Kunci : lignin, TKKS, metode organosolv, gugus fungsional lignin