PERANCANGAN MODEL BISNIS GALERI RUMAH ADAT KUDUS
RADITYA ARSYADI A., Dr. Supriyadi, M.Sc., CMA
2015 | Tesis | S2 ManajemenPerkembangan industri pariwisata di Indonesia menurut organisasi otoritas global pariwisata yang bernama The World Travel and Tourism Council menyatakan bahwa Negara Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan Industri pariwisata yang tinggi dibanding dengan Negara G20 lain yang besaranya pada tahun 2013 mencapai 8,40% dari pertumbuhan ekonomi nasionalnya. Hal ini didukung dengan adanya pertumbuhan ekonomi pada kelas menengah yang semakin berkembang mencapai 56,7% dari total penduduk Indonesia pada tahun 2013. Secara tidak langsung perkembangan industri pariwisata tersebut mempengaruhi perkembangan pariwisata di Kabupaten kudus. Pariwisata di Kabupaten Kudus mengalami perkembangan jumlah wisatawan yang berkunjung pada tiap tahunnya, terlihat dari data dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kudus yang menunjukan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung pada tahun 2012 mencapai 1.187.670 orang, tahun 2013 sebanyak 1.114.269 orang, dan pada tahun 2014 sendiri sampai dengan bulan Agustus mencapai jumlah wisatawan sebanyak 925.328 orang. Hal ini menjadikan peluang bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan usahanya dalam bidang pariwisata di sekitar Kabupaten Kudus. Salah satunya adalah usaha Galeri Rumah Adat Kudus. Galeri Rumah Adat Kudus nantinya akan menawarkan konsep usaha tempat wisata yang di dalamnya menawarkan latar belakang bangunan kota Kudus pada zaman dahulu disertai dengan fasilitas lengkap dalam satu tempat yang sebelumnya belum pernah ada di Kota Kudus. Oleh karena itu, adanya perancangan model bisnis Galeri Rumah Adat Kudus diharapkan dapat memberikan gambaran komponen apa saja yang diperlukan untuk memulai usaha tersebut dan mampu untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Development of tourism industry in Indonesia based on The World Travel and Tourism Council states that Indonesia has higher growth rate in tourism than G20 countries in 2013 with rate 8,40% from national economic growth. It supported by growth of middle income class 56,7% from Indonesia’s occupant in 2013. Indirectly, growth in tourism industry has impact in Kudus Regency tourism. Tourism in Kudus Regency increase in visitor every year. Based on Tourism and Culture departement in Kudus Regecy shows number of visitor in 2012 up to 1.187.670 peoples, and in 2013 1.114.269 people, and in the mid of 2014 until AuguIt st, number of visitor up to 925.328 peoples. It will create opportunity for entrepreneurs to develop their business in tourism field. One of those business is Galeri Rumah Adat Kudus Later, Galeri Rumah Adat Kudus will offer business concept that has backgorund of ancient building in Kudus with complete facility in one site that never been exist in Kudus. For that reason, business model of Galeri Rumah Adat Kudus is expected to give some overview about components that are needed to run this business and for capture opportunity that exist there.
Kata Kunci : Perkembangan Pariwisata Indonesia, Perkembangan pariwisata Kabupaten Kudus, Galeri Rumah Adat Kudus, perancangan model bisnis