Laporkan Masalah

PERANCANGAN MODEL BISNIS PENYELENGGARAAN ACARA PAPAN ATAS PRO

M. MIFTAHUN NADZIR, Nurul Indarti, SE, Sivilokonom., Cand. Merc. Ph.D

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Pada tahun 2013, Kementrian Pariwisata dan EkonomiKreatif menetapkan Yogyakarta dan Solo sebagai kota destinasi MICE di Indonesia. Data dari Dinas Pariwisata DIY 2011 menunjukan, penyelenggaraan acara MICE tercatat mencapai 4.509 kali/tahun. Sedangkan di Solo, menurut GTZ, selama kurun waktu antara tahun 2007-2009 acara MICE yang telah diadakan tercatat sebanyak 12.981 kegiatan. Dari data tersebut menunjukan bahwa terdapat peluang yang potensial untuk masuk dalam industri MICE ini. Perancangan model bisnis Papan Atas Pro ini dibentuk dengan menggunakan kanvas model bisnis yang diperoleh dari analisis peta empati pelanggan dan model bisnis dari pelaku usaha penyelenggara acara. Selanjutnya, analisis keuangan diperoleh dengan menggunakan metode Net Present Value(NPV), Payback Period (PP), dan Internal Rate of Return(IRR) untuk mengukur kelayakan usaha dari kondisi pesimis, normal, sampai optimis.Hasil perhitungan menunjukan, dengan modal awal sebesar Rp 221,762, 016, NPV pada skenario pesimis masih negatif yaitu sebesar Rp (242,460,769.64), IRR sebesar 15%, dan PP 3,5 tahun. Pada skenario normal, NPV meningkat menjadi Rp 167,636,856.47, IRR sebesar 92%, dan PP sebesar 2,9 tahun. Begitu juga dengan skenario optimis, NPV semakin meningkat menjadi sebesar Rp 1,351,307,851, IRR sebesar 181%, dan PP 0,4 tahun.

In 2013, the Ministry of Tourism and Creative Economy set Yogyakarta and Solo as MICE destination cities in Indonesia. Data from the Department of Tourism DIY 2011 shows MICE events totaled to 4,509 times / year. While in Solo, according to GTZ, during the period between the years 2007-2009, MICE events that have been held were 12.981 activities. These data shows that there are potential opportunities to enter the MICE industry. Designing the business model of Papan Atas Pro is formed by using the business model canvas obtained from the analysis of customer empathy map and business model of others identic event organizers. Furthermore, financial analysis obtained by using the methods of Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), and Internal Rate of Return (IRR) to measure the business feasibility, from the pessimistic, normal, until optimistic conditions. The calculation shows, with an initial investment of Rp 221.762, 016, NPV on the pessimistic scenario is still negative, amounting to Rp (242,460,769.64), IRR of 15%, and PP 3.5 years. In a normal scenario, the NPV increased to Rp 167,636,856.47, an IRR of 92%, and PP of 2.9 years. Likewise the optimistic scenario, the NPV increased to Rp 1,351,307,851, an IRR of 181%, and PP 0.4 years.

Kata Kunci : Penyelenggara acara, MICE, Model Bisnis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.