ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN IKLIM PSIKOLOGIS PADA KESIAPAN UNTUK BERUBAH (Studi pada Pegawai Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan)
ANGGI PRASETIA D. I., Gugup Kismono, MBA., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 ManajemenKesiapan individu untuk berubah menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam proses perubahanorganisasi sektor publik. Kesiapan untuk berubah merupakan sikap komprehensif yang dipengaruhi secara simultan oleh konten, proses, konteks, serta keterlibatan individu dalam organisasi. Kesiapan untuk berubah merefleksikan sejauhmana individu secara kognitif dan emosional bersedia untuk menerima dan mengadopsi rencana perubahan.Terdapat beberapa anteseden penting kesiapan untuk berubah, yaitu kepemimpinan transformasional dan iklim psikologis.Kepemimpinan transformasional meliputi empat dimensi, yaitu pengaruh yang diidealkan, stimulasi intelektual, kepedulian secara perseorangan, dan motivasi yang inspirasional.Iklim psikologis lebih kepada bagaimana lingkungan organisasi dipersepsikan dan diinterpretasikan oleh individu. Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan iklim psikologis terhadap kesiapan untuk berubah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner secara tidak langsung. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 350 orang pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, yang berkedudukan di Jalan Wahidin Raya, Jakarta. Dari hasil penyebaran kuesioner, terdapat 321 kuesioner kembali (response rate91,7 persen) dan sebanyak 299 kuesioner dinyatakan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis regresi, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional dan iklim psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan untuk berubah. Variasi dari kedua variabel tersebut dapat menjelaskan 30,2 persen variasi kesiapan untuk berubah, sedangkan sisanya sebanyak 69,8% dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Individuals’readiness for change become an important thing that should be considered in the the public sector organization change. Readiness for change is a comprehensive attitude that is influenced simultaneously by the content, process, context, and individuals involved within organization. It reflects the extent to which an individual is cognitively and emotionally inclined to accept and adopt change of plans. There are two important antecedents of readiness for change, transformational leadership and psychological climate. Transformasional leadership covers four dimensions, those are idealized influence, intellectual stimulation, individual concern, and inspirational motivation. Psychological climate rather to how organizational environment are perceived and interpreted by the individual. This study examined the effect of transformational leadership and psychological climate towards the readiness for change. The method used was quantitative method through spreading questionnaires indirectly. The number of respondents involved in this study were 350 employees in the Secretariat General, Ministry of Finance, which is located in the Wahidin Raya street, Jakarta. From the results, there were 321 questionnaires returned (response rate 91.7 percent) and 299 were eligible for further analysis. Based on the regression analysis, this study proved that transformational leadership and psychological climate had positive and significant effects on readiness for change. Variations of these two independent variables explain 30.2 percent of the readiness for change variation, while the remaining 69.8% is explained by other causes that are not addressed in this study.
Kata Kunci : Perubahan Organisasi, Kesiapan untuk Berubah, Kepemimpinan Transformasional, Iklim Psikologis, Metode Kuantitatif, Analisis Regresi