Analisis Dampak PP No 109 Tahun 2012 Terhadap Industri Rokok di Indonesia
ANDI SUSENO, Amin Wibowo, MBA.
2015 | Tesis | S2 ManajemenKegiatan merokok sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia dan sangat sulit dipisahkan dari kehidupan sehari – hari di masyarakat. Rokok di Indonesia memiliki kekhasan dalam cita rasanya yang memadukan antara tembakau dan cengkeh yang lebih dikenal dengan nama “rokok kretekâ€. Industri rokok di Indonesia lahir dari kekuatan modal domestik tanpa adanya intervensi dari pihak asing. Industri rokok Indonesia mempunyai karakteristik yaitu mampu menyerap tenaga kerja yang tinggi, didominasi oleh peraturan pemerintah, memiliki struktur oligopoli dan juga merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam setoran pajak dan cukai kepada negara. Semakin gencarnya aktivitas kampanye anti rokok di seluruh dunia yang diprakarsai oleh World Health Organization (WHO), pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan terbaru yaitu Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 yang dikeluarkan tanggal 24 Desember 2012 dan mulai berlaku pada bulan Juni 2014. Peraturan ini berisi tentang pembatasan terhadap peredaran, penjualan dan iklan dari rokok serta rencana diversifikasi tanaman tembakau. Dengan adanya peraturan tersebut dirasakan sangat merugikan terhadap industri rokok Indonesia. Dalam penelitian ini dibahas bagaimana perkembangan industri rokok di Indonesia akibat adanya pemberlakuan peraturan tersebut dan menganalisis perubahan yang terjadi di dalam struktur industri rokok di Indonesia. Penelitian dilakukan berdasarkan prosedur umum analisis industri, hasil penelitian terdahulu dan analisa data – data industri terbaru yang dapat dikembangkan sebagai dasar untuk mempertajam analisa pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa diberlakukannya peraturan pemerintah tersebut berdampak terhadap perusahaan rokok skala menengah kecil dan juga para petani tembakau akibat persaingan yang semakin ketat dan pengaruh eksternal industri yang sangat kuat. Sedangkan struktur dari industri rokok di Indonesia sendiri tidak terlalu terpengaruh. Industri rokok di Indonesia sendiri sudah mulai memasuki fase maturity dengan tingkat pertumbuhan yang melambat.
Smoking has been becoming part of Indonesian culture and is very difficult to separated from daily lives. Cigarettes in Indonesia has a uniqueness in taste that blends between tobacco and clove, better known by the name of â€rokok kretekâ€. Indonesian cigarettes industry born from domestic capital strength, without any intervention from foreign parties. Indonesian cigarettes industry has characteristics that are able to absorb high employment, dominated by government regulation, has the oligopoly structure and also one of the largest contributors in the payment of taxes and duties to the state. The incessant activity of anti-smoking campaigns throughout the world, initiated by the World Health Organization (WHO), the Indonesian government released Government Regulation No 109/2012, issued on December 24th, 2012 and come into force on June 2014. This regulation contains about the limitation on distribution, sales and advertisements from cigarettes and tobacco diversification plan. The existence of such a regulation is perceived very adverse to Indonesian cigarettes industry. In this research, discussed how the development of the tobacco industry in Indonesia as a result of the implementation of these regulations and analyze the changes that occur in the structure of the tobacco industry in Indonesia. The research carried out by the standard procedure of industry analysis, the results of previous research and the latest industrial data analysis that can be developed as the basis to sharpen the analysis in this research. Based on the results of this research, can be concluded that the enactment of government regulations may affect small to medium-scale cigarette companies and also tobacco farmers due to increasingly tight competition and strong external influences in the industry, while the structure itself is not affected.The tobacco industry in Indonesia has already enters phase of maturity with a slowing growth rate.
Kata Kunci : rokok, peraturan pemerintah, struktur industri