Laporkan Masalah

INDUSTRI KREATIF DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, 2010: ANALISIS INPUT OUTPUT

YULIANTO, Dr. Soeratno, M.Sc.

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis angka pengganda meliputi angka pengganda output, angka pengganda pendapatan, dan angka pengganda tenaga kerja; 2) menganalisis angka keterkaitan, baik angka keterkaitan ke belakang maupun angka keterkaitan ke depan; dan 3) menganalisis sektor kunci dari industri kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Tahun 2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu tabel input output DIY Tahun 2010 dan jumlah tenaga kerja 9 sektor perekonomian di DIY pada tahun yang sama. Data-data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik DIY. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis input output. Industri kreatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri tenun, industri batik, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki. Hasil analisis input output menunjukkan bahwa industri kreatif memiliki angka pengganda (multiplier) yang tinggi dan di atas rata-rata 10 (sepuluh) sektor perekonomian di DIY, kecuali angka pengganda pendapatan. Nilai angka pengganda output industri kreatif sebesar 1,40784, angka pengganda pendapatan sebesar 0,61389, dan angka pengganda tenaga kerja sebesar 0,03277. Industri kreatif mempunyai angka keterkaitan ke belakang (backward linkage) lebih dari 1 (satu) dan di atas rata-rata 10 (sepuluh) sektor perekonomian di DIY yaitu sebesar 1,0155. Angka keterkaitan ke depan (forward linkage) industri kreatif kurang dari 1 (satu) dan di bawah rata-rata 10 (sepuluh) sektor perekonomian di DIY sebesar 0,7893. Industri kreatif di DIY menurut Metode Rassmusen/Hirschman termasuk dalam kategori “sektor berorientasi backward linkage (BL)”.

This study aims to: 1) analyze the multiplier includes output multiplier, income multiplier, and labor multiplier, 2) analyze the interindustrial linkage includes backward linkages and forward linkages, and 3) analyze the key sectors of creative industry in Yogyakarta Special Region (DIY) in 2010. The data used in this study is secondary data input output table of DIY in 2010 and the number of 9 economy workers of DIY in the same year. These data were obtained from the Central Bureau of Statistics DIY. The analytical tool used in this research is the analysis of input-output. The creative industries in this research is weaving industry, batik industry, and leather industry, leather goods, and footwear. The results of input output analysis show that the creative industry has a high multiplier level and higher than the average of 10 (ten) sector of the economy in DIY, except income multiplier. The value of the creative industries output multiplier is 1.40784, income multiplier is 0.61389, and employment multiplier is 0.03277. Creative industries have a number of backward linkages more than 1 (one) and higher than the average of 10 (ten) sector of the economy in DIY, it’s 1.0155. Creative industries forward linkage is less than 1 (one) and lower than the average of 10 (ten) sector of the economy in DIY is 0.7893. Creative industries in DIY according to the method Rassmusen/Hirschman included in the category of \\"backward linkage oriented sectors (BL)\\".

Kata Kunci : Industri kreatif, input output, angka pengganda, angka keterkaitan, sektor kunci


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.