Laporkan Masalah

ANALISIS STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA YANG TERINDIKASI MENGALAMI TECHNICALLY BANKRUPTCY

YOSI RIZAL ADYANTO, Dr. Sumiyana, M.Si

2014 | Tesis | S2 Manajemen

Penggunaan utang dalam struktur modal mampu memberikan manfaat positif bagi perusahaan, karena pembayaran bunga utang merupakan pengurang pajak Namun, peningkatan utang juga berpotensi meningkatkan risiko kegagalan dan kebangkrutan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan yang terindikasi mengalami kebangkrutan secara teknis. Kami menggunakan variabel independen growth, size, profitability, tangible assets, and risk.. Proxy yang digunakan untuk mengukur tingkat utang adalah Debt to Total Asset, Debt To Total Equity dan Equity to Total Asset Penelitian ini menggunakan sampel data perusahaan di Bursa Efek Indonesia pada periode 2008-2012 yang memiliki kriteria laba operasi negatif selama lebih dari dua periode, dan dalam periode tersebut tidak membayar dividen. Total 33 perusahaan memenuhi kriteria teknis kebangkrutan dan selanjutnya kita bandingkan dengan perusahaan yang sehat. Analisis yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah dengan regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa peluang pertumbuhan dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap rasio utang, Kami juga menemukan, dalam kondisi sehat perusahaan akan menggunakan dana internal terlebih dahulu yang konsisten dengan pecking order theory. Sedangkan dalam kondisi technically bankruptcy, perusahaan akan menyeimbangkan antara manfaat pajak dan biaya kebangkrutan atau mendukung trade-off theory.

pengambilan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam Debt financing has one important advantage, interest payments are tax deductible. However, as debt increases, its default risk will increase and firms vulnerable to bankruptcy. The purpose of this research is to investigate whether the factor significantly affect capital structure the technical bankruptcy firm’s. We use the explanatory variables of growth, size, profitability, tangible assets, and risk. Proxies used to measure leverage are Debt to Total Assets, Debt To Total Equity, and Equity to Total Assets.. This research used a data sample of companies in Indonesia Stock Exchange in the period 2008-201 that has the criteria of negative operating income for more than two periods, and in that period does not paid dividends. Total of 33 firms met the criteria of technically bankruptcy and furthermore we compare with the healthy firms. Analysis used in this research to the hypothesis are multiple regression. The result explain that growth opportunity and profitability is significant positive effect on debt ratios. We also found, at non bankruptcy situation, companies will use internal funds first thats consistent with the pecking order theory. Otherwise in bankruptcy situation firms will balanced between the tax benefits and bankruptcy costs or support the trade-off theory.

Kata Kunci : struktur modal, growth, profitability, pecking order theory, trade off theory, technically bankruptcy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.