Laporkan Masalah

ANALISIS SUPERIORITAS PENGARUH EVA, EPS, ROA ATAU ROE TERHADAP RETURN SAHAM

ROBI APRILIANTO, Dr. Sumiyana, M.Si

2014 | Tesis | S2 Manajemen

Dalam menanamkan sahamnya, investor berharap memperoleh return saham yang optimal. Oleh karena itu diperlukan berbagai jenis informasi relevan yang mampu menggambarkan nilai kinerja perusahaan yang dapat digunakan oleh investor untuk mengambil keputusan investasinya. Sebagai alat ukur kinerja perusahaan, penggunaan analisis rasio keuangan dianggap masih mengabaikan adanya biaya modal sehingga sulit untuk menentukan apakah suatu perusahaan telah berhasil menciptakan nilai atau tidak. Munculnya konsep baru alat ukur kinerja perusahaan yaitu EVA (Economic Value Added) diklaim telah teruji dalam mengukur kinerja perusahaan memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya. EVA memiliki kemampuan untuk menggantikan kinerja pendapatan berbasis tradisional untuk pengukuran kinerja perusahaan dalam menjelaskan saham. Sejumlah penelitian empiris mendukung argumen ini dan menemukan bahwa asosiasi EVA dengan return saham lebih superior daripada ukuran kinerja akuntansi berbasis tradisional seperti analisis rasio keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh EVA, EPS, ROA, dan ROE terhadap return saham dan menganalisis superioritas EVA dalam menjelaskan return saham jika dibandingkan dengan rasio keuangan yang diwakili EPS, ROA, dan ROE. Sampel yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2012. Dengan menggunakan pendekatan purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 110 perusahaan dengan 330 data observasi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah regresi sederhana dan regresi linier berganda untuk analisis pengaruh EVA, EPS, ROA, dan ROE terhadap return saham dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 17.00. Masing-masing variabel independen akan dilakukan uji statisik dengan melakukan analisis regresi secara terpisah dengan menggunakan variabel kontrol ukuran perusahaan (SIZE) dan pertumbuhan perusahaan (price to book value). Hasil analisis menunjukkan tidak terbukti bahwa EVA lebih superior dalam menjelaskan return saham jika dibandingkan rasio keuangan tradisional (EPS, ROA, dan ROE) yang ditunjukkan dengan hasil penelitian bahwa variabel EVA tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Dari rasio keuangan yang diteliti, ROA dan EPS berpengaruh positif signifikan terhadap return saham sedangkan ROE tidak berpengaruh signifikan. Hasil analisis dari masing-masing variabel independen yang dianalisis secara terpisah dengan menggunakan variabel kontrol SIZE dan PBV menunjukkan bahwa ROA merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap return saham yang ditunjukkan dengan besarnya nilai dari beta standar sebesar 0,08 dengan kemampuan menjelaskan sebesar 8,4%.

In investing, investors expect to obtain optimal stock returns. Therefore they need different types of relevant information that is able to describe the value of a company's performance can be used by investors to take investment decisions. As a means of measuring the performance of the company, the use of financial ratio analysis is considered still ignore the cost of capital so it is difficult to determine whether a company has managed to create value or not. The emergence of a new concept of corporate performance measurement tool is EVA (Economic Value Added) claimed to have been tested in measuring the performance of companies providing added value for its shareholders. EVA has the ability to replace traditional performance-based revenue for the measurement of company performance in explaining stock. A number of empirical studies support this argument and found that the association of EVA with stock returns superior to traditional performance measures such as accounting-based financial ratio analysis. This study aimed to examine the effect of EVA, EPS, ROA, and ROE on stock returns and analyze the superiority of EVA in explaining stock returns compared to financial ratios represented EPS, ROA, and ROE. The sample used is the manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange during the period 2010-2012. By using purposive sampling method, obtained a sample of 110 companies with 330 observations. The method used for this study is a simple regression and multiple linear regression for the analysis of the influence of EVA, EPS, ROA, and ROE on stock returns using SPSS version 17.0. Each of these independent variables will be tested by performing statistical regression analysis separately using the control variables firm size (SIZE) and the growth of the company (Price to Book Value). The analysis showed no evidence that EVA is superior in explaining stock returns than traditional financial ratios (EPS, ROA, and ROE) as indicated by the findings that the EVA variables had no significantly positive effect on stock returns. Of financial ratios studied, ROA and EPS significantly positive effect on stock returns while ROE has no significant effect. The results of the analysis of each of the independent variables were analyzed separately by using the control variables SIZE and PBV showed that ROA is the most influential variable on stock returns as indicated by the magnitude of the standardized beta value of 0.08 with the ability to explain by 8.4%.

Kata Kunci : return saham, Economic Value Added (EVA), Earning per Share (EPS), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.