THE USE OF TRAVEL GUIDEBOOKS BY TOURIST VISITING YOGYAKARTA
GABRIELA INTANI P., Dr. Ike Janita Dewi, MBA.
2014 | Tesis | S2 ManajemenBuku panduan wisata merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan oleh wisatawan saat mengunjungi suatu tujuan wisata. Banyak sekali buku panduan wisata yang dijual di pasaran, termasuk buku panduan wisata tentang Yogyakarta. Buku panduan wisata sangat penting untuk wisatawan karena dapat mempengaruhi keputusan wisatawan saat mengunjungi suatu area wisata. Oleh karena itu, sebuah buku panduan wisata harus dapat menyediakan informasi dan dapat memenuhi kebutuhan turis saat mengunjungi sebuah destinasi wisata. Sekarang ini, banyak pengarang dan penerbit buku panduan wisata dengan berbagai macam tema. Satu buku panduan wisata mungkin tidak dapat mengakomodir kebutuhanwisatawan untuk mendapatkan informasi yang relevan untuk perjalanan wisata mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana wisatawan menggunakan buku panduan wisata untuk kunjungannya ke Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi pariwisata di Indonesia. Wawancara kualitatif dengan tiga ahli pariwisata di Yogyakarta dilakukan sebagai tahapan awal penelitian ini untuk menggali tujuan penggunaan buku panduan wisata oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Hasil dari wawancara ini adalah 31 pernyataan yang kemudian dikembangkan sebagai item pertanyaan dalam kuesioner yang disebarkan kepada 100 wisatawan asing yang pernah berkunjung atau sedang berkunjung ke Yogyakarta. Setelah melakukan analisis faktor dan uji reliabilitas, dihasilkan tujuh faktor yang terdiri dari 26 pernyataan, yaitu: functional needs, forward-looking needs, learning needs, autonomy needs, tension reduction needs, security needs, and objectification needs. Uji dua sampel independent menunjukkan bahwa wisatawan wanita lebih menggunakan buku panduan wisata dibandingkan dengan wisatawan pria. Berkaitan dengan lama tinggal, tidak ada perbedaan penggunaan buku panduan wisata antara wisatawan yang tinggal 1-4 hari dengan wisatawan yang tinggal lebih dari 4 hari. Hasil ANOVA satu arah juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penggunaan buku panduan wisata antara wisatawan yang merencanakan perjalanannya ke Yogyakarta kurang dari satu bulan, 1-3 bulan, dan lebih dari tiga bulan.
Travel guidebooks are one of the information sources used by tourists when visiting a destination. There are lots of travel guidebooks on the market, including travel guidebook about Yogyakarta. Travel guidebook is very important for tourists because it can influence tourists’ decision when visiting a destination for their trip. Therefore a travel guidebook must provide important information and can fulfill tourists’ needs when visiting a destination. But nowadays, there are lots of authors and publishers of travel guidebooks as well as different themes of travel guidebook. One travel guidebook might not accommodate needs of tourists to gather relevant information for their trip. This research aims to know to what extend tourists use travel guidebooks for their visit to Yogyakarta, as one of tourism destination in Indonesia. This research was conducted by taking tourists who have been to or during their visit to Yogyakarta. Qualitative interviews with three travel experts precede this research in order to gather the purpose of using travel guidebooks by tourists visiting Yogyakarta. Thirty one derived statements then developed into question items in quantitative questionnaire. After conducting factor analysis and reliability tests, seven factors comprising 26 statements were extracted which are: functional needs, forward-looking needs, learning needs, autonomy needs, tension reduction needs, security needs, and objectification needs. Two-samples-independent tests reveal that female tourists have higher level of using travel guidebooks when they visit Yogyakarta compared to male tourists. In terms of different length of stay in Yogyakarta, there is no difference in terms of level of using travel guidebooks by tourists who stay up to four days and more than four days. One-way ANOVA reveals that there is no difference in terms of level of using travel guidebooks by tourists who plan about their trip to Yogyakarta start from one month, 1-3 months, and more than three months before the departure.
Kata Kunci : pariwisata, wisatawan, buku panduan wisata, teori konstrual, Yogyakarta