Laporkan Masalah

DAMPAK PERUBAHAN FRAKSI HARGA DAN SATUAN PERDAGANGAN SAHAM PADA VARIABEL BID-ASK SPREAD, DEPTH, DAN VOLUME PERDAGANGAN STUDI PADA BURSA EFEK INDONESIA

ENRICO TITOES LIBERT, Eddy Junarsin, SE., MBA., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Manajemen

Likuiditas pasar modal sering diukur dengan variabel bid-ask spread, depth, dan volume perdagangan. Berbagai penelitian mengaitkan perubahan fraksi dan satuan perdagangan saham pada variabel-variabel tersebut, namun terdapat hasil yang berbeda pada hasil penelitian berbagai bursa di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan bid-ask spread, depth, dan volume perdagangan sesudah kebijakan baru fraksi harga dan satuan perdagangan diberlakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Januari 2014. Penelitian ini merupakan riset empiris dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pusat data BEI. Penentuan sampel dalam masing-masing kelompok fraksi menggunakan metode purposive sampling untuk memenuhi kriteria tertentu sehingga didapatkan 138 sampel selama 75 hari periode pengamatan. Metode analisis data dilakukan dengan cara menguji normalitas dan homogenitas varians data, kemudian menguji hipotesis dengan parametric paired t-test dan non parametric Wilcoxon sign test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil fraksi harga, maka semakin besar penurunan rata-rata variabel bid-ask spread, ask depth, dan bid depth, namun volume perdagangan tidak menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan. Oleh karena itu, untuk menghilangkan ambiguitas pada penelitian digunakan rasio depth-to-spread yang menghasilkan kesimpulan bahwa kebijakan perubahan fraksi harga dan satuan perdagangan ini terbukti meningkatkan likuiditas seluruh saham dalam sampel secara keseluruhan, walaupun berdampak negatif pada saham kelompok fraksi Rp. 1, kebijakan tersebut berdampak positif pada saham kelompok fraksi Rp. 5 dan Rp. 25. Reduksi fraksi harga juga konsisten dengan penelitian sebelumnya, yaitu bid-ask spread, ask depth, dan bid depth menurun signifikan, volume perdagangan mengalami tendensi mengalami peningkatan juga walaupun tidak signifikan. Tidak signifikannya peningkatan volume tersebut bisa diakibatkan oleh banyak faktor, misalnya pertumbuhan ekonomi yang tidak mencapai target, kondisi pasar sedang bearish, investor asing menarik dana, kondisi politik menjelang pemilu, dan lain-lain.

Stock market liquidity often measured by bid-ask spread, depth, and trading volume variables. Many research associate change in tick size and minimum trading unit into those variables, but there were many result differences in various market around the world. This research aims to analyze the differences in bid-ask spread, depth, and trading volume after new tick size and minimum trading unit policy imposed by Bursa Efek Indonesia (BEI) on January 6, 2014. This research is an empirical study with a quantitative approach. The data were collected using secondary data obtained from the IDX data center. The samples in each group fractions are determined by purposive sampling method to meet certain criteria to obtain 138 samples during the 75-day observation period. Methods of data analysis done by testing the normality and homogeneity of variance of the data, and then test the hypothesis by parametric paired t-test and non-parametric Wilcoxon sign test. The result shows that the smaller the tick size, the greater the mean decrease of variables bid-ask spread, ask depth, and bid depth, but trading volume did not showed significant mean differences. Therefore, to eliminate the ambiguity of the research depth-to-spread ratio is used, which lead to the conclusion that the policy is proven to increase the liquidity of the stock in the overall sample. Although it had a negative impact on the group of stock with Rp 1 tick size, it also had a positive impact on the group of stock with Rp 5 and Rp 25 tick size. The tick size reduction is also consistent with previous research, the bidask spread, ask depth and bid depth decreased significantly, trading volume had a tendency to increase as well, although not significant. No significant increase in the volume can be caused by many factors, such as economic growth, market is in bearish, foreign investors withdraw funds, the political situation ahead of the election, and others.

Kata Kunci : fraksi harga, bid-ask spread, depth, volume


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.