Laporkan Masalah

HOW DO MINING FIRMS SET UP THEIR LEVERAGE? A STUDY IN SOUTH EAST ASIA

AHMAD FAUZI, Prof. Basu Swastha Dharmmesta, MBA, Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penentu leverage atau kebijakan utang di perusahaan pertambangan yang berkedudukan di negara-negara yang tergabung dalam ASEAN (Association South East Asian Nations). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mana dari teori trade-off atau teori pecking order yang cenderung diikuti oleh perusahaan pertambangan di ASEAN. Regresi empiris dalam penelitian ini dilakukan dengan mengikutsertakan variabel-variable yang disarankan oleh teori trade-off, teori pecking order, dan kombinasi dari kedua teori. Sample yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 72 perusahaan tambang yang terdaftar pada bursa efek di setiap negara di ASEAN, tempat perusahaan tersebut berkedudukan. Selanjutnya, perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut harus menyampaikan laporan keuangan secara lengkap untuk tahun 2005 sampai dengan 2012 dan tersedia dalam database Compustat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pada perusahaan pertambangan menengah dan besar, variable bebas dari teori tradeoff memiliki kemampuan menjelaskan yang lebih baik dalam memprediksi arah kebijakan utang daripada variabel financing deficit (surplus) sebagaimana disarankan oleh teori pecking order. Namun, apakah perusahaan pertambangan berskala kecil mengikuti teori pecking order meninggalkan ruang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini juga menemukan bahwa kebijakan utang rata-rata antarnegara dari perusahaan pertambangan yang berkedudukan di negara ASEAN berbeda secara signifikan.

This paper explores the determinants of leverage in mining firms among countries in ASEAN (Association South East Asian Nations). This study aims to determine which of the trade-off or the pecking order theory mining firms in ASEAN are inclined to follow. The empirical regression in this paper is conducted by including variables suggested by the trade-off theory, the pecking order theory, and combination of both theories. The sample used in this study consists of 72 listed mining firms in ASEAN. Those firms must sequentially submit the complete financial reports over the year 2005 until 2012 and are available in Compustat database. The result suggests that the determinants of the trade-off have better ability to predict the leverage than the financing deficit (surplus) of the pecking order only on medium and large mining firms. However, whether small mining firms follow the pecking order leaves broader rooms to answer. This study also finds whether the average leverage of mining companies among countries in ASEAN are significantly different.

Kata Kunci : ASEAN, pertambangan, leverage, teori trade-off, teori pecking order, Compustat, financing deficit (surplus)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.