Laporkan Masalah

EVALUASI PERSENTASE POROSITAS HYDROXYAPATITE GRAFT DARI CANGKANG TELUR TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR DAN PERSENTASE AREA PENULANGAN PADA HEWAN COBA

WAHYU SETYAWAN, dr. Tedjo Rukmoyo, Sp.OT, (K). Spine, FICS

2015 | Tesis | SP ORTHOPAEDIK DAN TRAUMATOLOGI

Latar Belakang Pada pembuatan sintetik graft diperlukan desain graft yang memiliki persentase pori yang optimal, yang memberikan keseimbangan antara kekuatan mekanik dan kemampuan jaringan tulang baru tumbuh masuk ke dalam graft tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi eksperimental. Tahap pertama dilakukan pembuatan Hydroxyapatite Graft Cangkang Telur dengan porositas yang berbeda-beda, kemudian dilakukan evaluasi kekuatan Hydroxyapatite Graft Cangkang Telur dengan menggunakan uji tekan. Pada tahap kedua, dilakukan implantasi Hydroxyapatite Graft Cangkang Telur dengan porositas yang berbeda-beda pada condyle tulang femur New Zealand Rabbits (N:8). Pada hari ke-28, dilakukan terminasi hewan coba dan evaluasi proses penyembuhan tulang secara histologis. Hasil Pada proses uji tekan diketahui bahwa kekuatan hydroxyapatite graft cangkang telur antara porositas 0% dibandingkan dengan porositas 25% (p:0,001) dan antara porositas 50% dibandingkan dengan porositas 75% (p:0,001) memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05). Sedangkan kekuatan hydroxyapatite graft cangkang telur antara porositas 25% dibandingkan dengan porositas 50% (p:0,074) tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p>0,05). Pada evaluasi histologi diketahui bahwa persentase area pembentukan tulang baru di dalam hydroxyapatite graft cangkang telur antara porositas 0% dibandingkan dengan porositas 25% (p:0,002), antara porositas 25% dibandingkan dengan porositas 50% (p:0,012), dan antara porositas 50% dibandingkan dengan porositas 75% (p:0,001) semuanya memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05). Kesimpulan Pada penelitian ini pilihan persentase porositas graft yang optimal dalam hal keseimbangan antara kekuatan mekanik dan pertumbuhan jaringan tulang baru dalam graft tersebut adalah hydroxyapatite graft cangkang telur dengan porositas 50%.

Background Graft design that has an optimal porosity percentage, which provides a balance between mechanical strength and ability of bone ingrowth to the graft is required in synthetic graft production. Method This is an experimental study. The first stages are Egg Shell Hydroxyapatite Graft production with different porosity and compression test evaluation. The second stages are graft implantation in the femoral condyle of New Zealand Rabbits (N: 8) and bone ingrowth evaluation after 28 days. Result The compression test show a significant difference (p <0.05 ) on egg shell hydroxyapatite graft strength between 0% porosity and 25% porosity (p: 0.001); between 50% porosity and 75% porosity (p: 0.001), while the strength of egg shell hydroxyapatite graft between 25% porosity and 50% porosity (p: 0.074) had no significant difference (p> 0.05). The histological evaluation show a significant difference (p <0.05) on new bone formation percentage of egg shell hydroxyapatite graft between 0% porosity and 25% porosity (p: 0.002); between 25% porosity and 50% porosity (p: 0.012); between 50 % porosity and 75% porosity (p: 0.001). Conclusion In this study, the choice of optimal graft porosity in terms of balance between the mechanical strength and bone ingrowth to the graft is egg shell hydroxyapatite graft with 50% porosity.

Kata Kunci : Hydroxyapatite Graft, Cangkang Telur, Porositas, Uji Tekan, Evaluasi Histologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.