PENGARUH KEPERCAYAAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENGGUNAAN e-FILING
SUCI UTARI, Ir. P. Insap Santosa, M.Sc., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Teknik ElektroPenyampaian SPT Tahunan Wajib Pajak melalui sistem e-Filing memiliki potensi resiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu faktor kepercayaan Wajib Pajak terhadap Direktorat Jenderal Pajak menjadi faktor kunci dalam e-Government (eGOV). Sejak sistem e-Filing diluncurkan pada tahun 2005, perkembangannya terus mengalami kemajuan yang pesat namun minat Wajib Pajak yang menyampaikan SPT tahunannya melalui e-Filing masih begitu kecil dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak yang terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak. Berkaitan dengan rendahnya minat Wajib Pajak menggunakan sistem e-Filing tersebut, fenomena yang menarik untuk diteliti adalah sejauhmana kepercayaan Wajib Pajak terhadap penggunaan e-Filing, dan bagaimana pengaruhnya terhadap minat menggunakan sistem e-Filing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruk minat menggunakan sistem e-Filing pada responden kategori belum berpengalaman dipengaruhi signifikan oleh konstruk persepsi kemudahan, kepercayaan pada internet, kepercayaan pada pemerintah, kepercayaan pada eGOV. Sedangkan konstruk minat menggunakan sistem e-Filing pada responden kategori sudah berpengalaman dipengaruhi signifikan oleh konstruk persepsi kemanfaatan, kepercayaan pada internet, kepercayaan pada pemerintah, kepercayaan pada eGOV. Variabel yang tidak mempengaruhi signifikan minat wajib pajak untuk menggunakan sistem e-Filing pada responden kategori telah berpengalaman adalah variabel atau konstruk persepsi kemudahan menggunakan sistem e-Filing dan pada kategori responden belum berpengalaman adalah persepsi kemanfaatan menggunakan sistem e-Filing. Variabel kepercayaan pada internet dan kepercayaan pada pemerintah yang merupakan variabel yang membentuk kepercayaan pada e-Government, adalah variabel yang sangat penting untuk membangun minat WPOP untuk menggunakan sistem e-Filing yang di aplikasikan di DJP.
Submission SPT taxpayer via e-Filing system has a potential high risk. Therefore, the trust factor taxpayer to tax authorities is a key factor in e-Government (eGov). Since the E-Filing system was launched in 2005, its development continues to progress rapidly but interest Taxpayers who submit annual tax return by e-Filing is so small compared to the number of taxpayer registered in the Directorate General of Taxation. Associated with a lower interest Taxpayers using the e-Filing system, the phenomenon is interesting to study the extent of trust taxpayer against the use of e-Filing, and how they affect the interest in using the e-Filing system. The results showed that the construct of interest in using the e-Filing system in the category of respondents have not experienced significantly influenced by the construct of perceived ease, confidence in the Internet, trust in government, trust in eGov. While the constructs of interest using the e-Filing system in the category of respondents had experienced significantly influenced by the perception constructs expediency, trust in the Internet, trust in government, trust in eGov. Variables that do not significantly affect the interest of taxpayers to use e-Filing system in the category of respondents have experienced is variable or construct of perceived ease of use of e-Filing system and the category is the perception of the respondents have not experienced the benefits of using e-Filing system. Variable trust on the internet and trust in government is a variable that make up confidence in e-Government, is a very important variable to build interest WPOP to use e-Filing system that applied in the DGT.
Kata Kunci : Technology Acceptance Model (TAM), e-Filing, kepercayaan pada eGOV, kepercayaan pada pemerintah, kepercayaan pada internet