PERBANDINGAN KINERJA REKSA DANA SAHAM KONVENSIONAL DAN REKSA DANA SAHAM SYARIAH SEBELUM, SAAT DAN SETELAH KRISIS GLOBAL 2008 MENGGUNAKAN METODE JENSEN
NOVITA VILIANTY, Prof. Indra Wijaya Kusuma, MBA, CMA, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 ManajemenReksa dana di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup baik yang dapat dilihat dari meningkatnya Nilai Aktiva Bersih (NAB), jumlah reksadana yang beredar maupun jumlah investornya. Pasar modal Indonesia pernah dihadapkan pada kondisi krisis global pada tahun 2008 yang menyebabkan penurunan NAB reksa dana. Penelitian ini menganalisis perbandingan kinerja reksa dana saham konvensional dan reksa dana saham syariah dengan pendekatan Jensen. Dalam penelitian ini permasalahan yang disampaikan adalah apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksa dana saham konvensional dibandingkan reksa dana saham syariah menggunakan metode Jensen pada periode pra krisis, saat krisis serta pasca krisis. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 reksa dana saham konvensional dan 5 reksa dana saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2007 dan masih aktif sampai tahun 2012. Analisis yang digunakan adalah analisis uji beda dua rata-rata (paired sample t-test) menggunakan program statistik SPSS version 19. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja reksa dana saham konvensional dibandingkan dengan kinerja reksa dana saham syariah dengan metode Jensen. Hal ini mempunyai implikasi kebijakan bahwa baik reksa dana saham konvensional maupun reksa dana saham syariah memiliki kinerja yang tidak berbeda pada saat menghadapi perubahan kondisi pasar baik pada saat kondisi krisis maupun non krisis sehingga baik investor maupun manajer investasi harus berhati-hati dalam memilih produk investasi yang dalam hal ini adalah produk reksa dana saham baik konvensional maupun syariah karena berkaitan erat dengan kondisi perekonomian dan kondisi pasar.
Mutual funds in Indonesia has developed quite well which can be seen from the increase in net asset value (NAV), the amount outstanding and the number of mutual fund investors. Indonesian capital market has been put on the global crisis in 2008 that led to a decrease in mutual fund NAV. This study analyzes the performance comparison of conventional equity funds and sharia equity funds in Jensen approach. In this study the problem presented is whether there is a significant difference between the performance of conventional equity funds than sharia equity funds using the Jensen in the pre crisis, during the crisis and post-crisis. The sample in this study was 5 conventional equity funds and five sharia equity fund listed on the Jakarta Stock Exchange in 2007 and was active until 2012. The analysis used is the analysis of two different test average (paired sample t-test) using the statistical program SPSS version 19. The results of this study there was no significant difference between the performance of conventional equity fund compared to sharia equity fund with Jensen's method. This has implications that both conventional equity funds and sharia equity funds are not have different performance in the face of changing market conditions both during crisis and non-crisis conditions so that both investors and investment managers must be careful in choosing investment products in this case is the product of equity fund both conventional and sharia because it is closely related to economic conditions and market conditions.
Kata Kunci : Jensen, kinerja, konvensional, reksa dana saham, syariah