Laporkan Masalah

EVALUASI WEALTH GROWTH AND ACCUMULATION PADA HNWI (HIGH NET WORTH INDIVIDUAL) STUDI KASUS PADA BAPAK ADI

NADIA KARINA, Prof.Dr. Tandelilin Eduardus, MBA.

2014 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Seseorang yang sudah dapat dikatakan kaya (wealthy), tidak hanya akan menyimpan kekayaannya, tetapi harus mengelola kekayaan tersebut dengan bijaksana agar tidak berkurang atau bahkan hilang. Kekayaan merupakan sebuah proses yang dimulai dari kecil dan dikelola sehingga bertumbuh menjadi besar. Berbicara mengenai investasi terhadap kekayaan yang jumlahnya tidak sedikit, tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Penelitian ini akan mengangkat studi kasus pada Bapak Adi (nama disamarkan), seorang pengusaha batubara yang tidak memiliki waktu dan kurang memiliki pengetahuan mengenai investasi dan memiliki permasalahan pada alokasi aset. Perlu dilakukan rebalancing pada aset Bapak Adi agar dapat menghasilkan return optimal dengan mempertimbangkan profil risiko Bapak Adi. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data terlebih dahulu melalui wawancara dan kuesioner. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini antara lain mendeskripsikan toleransi risiko klien, menganalisis dan mengevaluasi kekayaanklien yang difokuskan pada pilar 2 wealth management (wealth growth and accumulation), dan merumuskan alternatif pemecahan permasalahan berdasarkan pilar 2 wealth management dan profil klien. terdapat tiga skenario yang dibandingkan dalam penelitian ini. Masing-masing skenario memiliki net worth dan return harapan yang berbeda. Dari ketiga skenario, Bapak Adi memilih Skenario III yang memiliki nilai net worth dan return harapan paling rendah. Jika dibandingkan dengan kekayaan Bapak Adi saat ini selama setahun ke depan dengan kekayaan Bapak Adi jika menerapkan Skenario III, kekayaan Bapak Adi akan lebih banyak senilai Rp 95.833.372,00 dan arus kas akan menjadi Rp 969.238.850,00 dari Rp 628.175.000,00. Selain itu, alokasi aset Bapak Adi lebih terdiversifikasi sehingga akan mengurangi risiko tanpa mengurangi return.

Someone who is wealthy, not only will keep his fortune, but has to manage the wealth wisely so it’s not diminished or even gone. Wealth is a process that starts from small amount of wealth and managed to grow big. Speaking about the investment of a huge amount of money, of course, requires a good planning. This research will raise a case study on Mr. Adi, a coal businessman who does not have the time and has lack of knowledge about investments and has problems on asset allocation. Rebalancing needs to be done on Mr Adi’s assets in order to generate optimal returns by considering the risk profile of Mr. Adi. This research started by collecting the data through interviews and questionnaires. The steps in this research includes describing the client’s risk tolerance, analyzing and evaluating the client’s wealth that is focused on wealth management pillar 2 (wealth growth and accumulation), and formulating alternative solutions to the problem based on second pillar of wealth management and client’s profiles. There are three scenarios that being compared in this research. Each scenarios has different net worth and expected return. From all three scenarios, Mr. Adi chose Scenario III which has the lowest net worth value and expected return. When compared with Mr.Adi’s existing net worth during the year ahead with Mr.Adi’s net worth when he applied Scenario III, Rp 95.833.372,00 will be add to his net worth, and his net cash in flow will be Rp 969.238.850,00 from Rp 628.175.000,00. In addition, Mr.Adi’s asset allocation will be more diversified so that it will reduce risks without decreasing the return.

Kata Kunci : akumulasi, alokasi, diversifikasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.