RENCANA BISNIS SALON PERAWATAN RAMBUT DAN TATA RIAS WAJAH KOREAN BEAUTY
LIMASTRI ASRI LESTARI, Prof. Basu Swastha Dharmmesta, MBA, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 ManajemenFenomena Hallyu atau Korean Wave di Indonesia mendapat perhatian yang sangat besar beberapa tahun belakangan ini. Perkembangan fenomena Hallyu di Indonesia sangat pesat, dapat dilihat dari banyaknya produk-produk asal Korea yang masuk ke pasar Indonesia. Hallyu kemudian memunculkan komunitaskomunitas diantara para penyuka Korean Pop. Dimana mereka menunjukkan identitas ke-Korea-an mereka dengan produk-produk asal Korea yang mereka gunakan, pengggunaan kosmetik salah satunya. Hal ini juga menyebabkan impor untuk pasar kosmetik Korea meningkat. Penulis melihat fenomena ini sebagai suatu peluang untuk mendirikan bisnis usaha baru. Bisnis yang ingin didirikan yaitu bisnis usaha salon perawatan rambut dan tata rias wajah dengan menggunakan produk-produk kosmetik dari Korea. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis, salon yang menggunakan tren Korean Beauty dengan produkproduk kosmetik dari Korea masih sulit ditemui di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana bisnis dengan melakukan analisis internal dan eksternal perusahaan, serta melaui identifikasi karakteristik industri bisnis salon, pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan. Berdasarkan analisis keuangan, peneliti berpendapat bisnis layak untuk dijalankan. Modal awal untuk bisnis ini adalah Rp 303.750.000,00. Apabila diasumsikan bisnis ini memiliki kemungkinan berada di kondisi pesimis 25%, moderat 50%, dan optimis 25%, maka rerata payback period-nya adalah 1,87 bulan dengan nilai rerata IRR 59,46% dan rerata NPV Rp 381. 354.128,90.
The phenomenon of Hallyu or Korean Wave in Indonesia get huge attention in few years lately. The development of Hallyu phenomenon in Indonesia that is very rapidly can been seen from many Korean products that come into Indonesian market. Then Hallyu creates communities among Korean Pop lovers, where they show their Korean identity from Korean products that they use. Cosmetic is the example. This thing causes import of Korean cosmetic market increase. The author sees this phenomenon as opportunity to build a new business, which is salon for hair treatment and make up that use Korean cosmetic products. Based on the observation that is done by the author, salon that uses Korean Beauty trend with Korean cosmetic products is still hard to find in Yogyakarta. This research aims to compile business plan by doing company internal and external analysis, and by identifying the characteristic of salon business industry, marketing, human resource, and financial. Based on the financial analysis, researcher thinks that this business is feasible to do. The initial capital for this business is IDR 303,750,000. If this business is assumed to have pessimist condition probability 25%, moderate 50%, and optimist 25%, then the average of its payback period is 1.87 months with the average of IRR is 59.46%, and the average of NPV is IDR 381,354,128.90.
Kata Kunci : Hallyu, Korean Wave, Korean Beauty, kosmetik, salon