RENCANA BISNIS BISNIS PERTANIAN PADI ORGANIK “CV.PENUKâ€
GERARDUS SONY CAKRA PANDU BUANA, Nurul Indarti, SE, Sivilokonom., Cand. Merc. Ph.D
2014 | Tesis | S2 ManajemenSebagai negara agraris, Indonesia masih terus mengimpor beras. Kebijakan impor beras tersebut menurut BULOG tidak dapat dihindari karena perbandingan kebutuhan beras dan produksi di dalam negeri tidak seimbang. Kurangnya pasokan beras di dalam negeri terjadi karena beberapa hal antara lain, lahan pertanian berubah menjadi lahan permukiman dan pabrik, hama yang selalu bermunculan dan tidak dapat diatasi dengan anti hama kimia, dan teknik penanaman padi yang telah dilakukan secara turun-temurun menyebabkan produksi padi yang cenderung menurun. Selain kebutuhan beras, kebutuhan akan makanan sehat juga mulai meningkat. Dengan adanya fenomena-fenomena diatas, tercipta peluang bisnis pertanian padi organik bagi CV.PENUK. Perusahaan ini dibentuk dengan tujuan untuk menghasilkan produk pertanian berupa beras organik dengan harga murah melalui efisiensi dan peningkatan produktivitas teknik tanam padi yang baru. Rancangan bisnis CV.PENUK disusun dengan menggunakan data atau informasi hasil wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Wawancara dilakukan dengan petani padi tradisional dan ahli pertanian untuk mengetahui proses produksi padi organik. Metode FGD dilakukan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan dari para potensial konsumen. Pada analisa perhitungan finansial bisnis ini menunjukkan hasil yang sangat positif dan layak dijalankan. Dengan menggunakan tiga skenario bisnis yang menunjukkan kinerja finansial yang baik untuk jangka waktu lima tahun. Pada skenario pesimis didapat NPV Rp 52,6 juta, IRR sebesar 20,47% dan payback period 39,86 bulan. Pada skenario moderat didapat NPV Rp 414,7 juta, IRR sebesar 68,17% dan payback period 17,47 bulan. Pada skenario Optimis didapat NPV Rp 909,2 juta, IRR 123,24% dan payback period 10,18 bulan. Dengan ketiga skenario ini, diharapkan terlihat kesempatan serta risiko yang lebih terukur.
As an agricultural country, Indonesia still continues to import rice The rice import policy by Bulog is unavoidable because the ratio requirement and production of rice in the country is not balanced. Lack of supply of rice in the country occur for several reasons, among others, agricultural land turned into residential land and plant pests that are always popping up and can not be overcome by chemical disinfectants, and rice cultivation technique that has been done for generations led to the production of rice which tends decreased. Besides the rice needs, the need for healthy food also began to increase. From the phenomena above, creating business opportunities for CV.PENUK organic rice farming. CV.PENUK formed with the aim to produce agricultural products such as organic rice at low price through efficiencies and increased productivity of new rice planting techniques. CV.PENUK business plan can be created by using interviews and Focus Group Discussion (FGD). Interviews were conducted with traditional rice farmers and agricultural experts for processes of organic rice production. FGD method is performed to determine the desire and the needs of the potential customer. In the analysis of business financial calculations showed very positive results and feasible. By using the three business scenarios that show good financial performance for a five years period In the pessimistic scenario obtained IDR 52.6 million NPV, IRR 20.47 % and payback period 39.86 months. In the moderate scenario obtained IDR 414.7 millionv NPV, IRR 68.17 % and payback period 17.47 months. In the optimistic scenario obtained IDR 909.2 million NPV, IRR 123.24 % and payback period 10.18 months. With these three scenarios, opportunities and risks are expected to be seen more scalable.
Kata Kunci : rencana bisnis, bisnis pertanian, padi organik, CV.PENUK