Laporkan Masalah

ANALISIS KEINGINAN UNTUK KELUAR (TURN OVER INTENTION) DI PERUSAHAAN X

GADING DWI CAHYANTI, Ely Susanto, SIP, MBA, Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Manajemen

Perusahaan X adalah perusahaan yang bertindak sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bidang minyak dan gas di Indonesia. Pada tahun 2013, tingkat turn over di Perusahaan X mencapai 6,48% lebih tinggi dibanding tingkat rata-rata perusahaan sejenis. Tingkat turnover perusahaan bisa menjadi lebih tinggi apabila rumor yang beredar dimana banyak pegawai berniat untuk keluar menjadi kenyataan. Keinginan untuk keluar merupakan potensi ancaman yang besar terhadap stabilitas organisasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun strategi Human resources (HR) dalam menekan laju keinginan untuk keluar tersebut. Terdapat 2 faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keinginan untuk keluar di Perusahaan X, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari kompensasi, Leader Member Exchange (LMX), budaya & sistem, opportunity to growth, engagement, dan job fit. Sedangkan, faktor eksternal yang mempengaruhi keinginan untuk keluar adalah pasar tenaga kerja, faktor institusi, upah, ketrampilan kerja dan faktor supervisi, recognition & development di perusahaan kompetitor di perusahaan kompetitor. Guna mengatasi hal tersebut perusahaan perlu menjalankan strategi jangka pendek dan jangka panjang sebagai intervensi organisasi untuk mengurangi angka ingin keluar. Program jangka pendek antara lain adalah memperbesar frekuensi program komunikasi, baik komunikasi benefit yang diperoleh karyawan ataupun informasi mengenai perkembangan project perusahaan X. Program jangka panjang adalah membangun sistem competency based pay, memperkuat organization & people development, menciptakan paket remunerasi untuk menarik dan mempertahankan karyawan, membangun budaya & sistem yang terdokumentasi di dalam policy dan procedure, serta memperbaiki sistem HRIS (Human Resources Information System) yang ada.

Company X is one of PSC (Production Sharing Contract ) in Indonesia, which is engaged in oil and gas industry. In 2013, Company X faced high turnover rate, equal to 6.48%, is higher than other company in same industry. The turnover rate shall go higher if employees who have intention to leave come true. Intention to leave is a big potential problem threating the stability of the organization. Therefore, it is essential to develop strategies Human resources (HR) to reduce intention to leave in Company X . There are two factors have significantly influenced intention to leave in Company X, internal and external factors. Internal factors are consisted by Compensation, Leader Member Exchange (LMX), Culture and System, Opportunity to growth, Engagement, and job fit. Meanwhile, external factors that affect to employee’s intention to leave are labor market, institutional factors, wages, skill and supervision in competitor companies. Refer to the findings of internal and external factors, Company X needs to execute a strategy of short -term and long-term as an intervention to reduce the number of intention to leave. Short-term programs involve communication program that consisted by project information and employee’s benefit. The Long-term programs are to build competency based pay system, to develop the organization and people, to create a remuneration package to attract and retain employees, to build strong culture and system documented in policy and procedure, and to improve the system of HRIS (Human Resources Information System).

Kata Kunci : Remuneration, Leader Member Exchange, Opportunity to Growth, Job Fit, Engagement, Culture & System


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.