BUSINESS MODEL DEVELOPMENT OF “RUMAH DESA†COOKING CLASS IN TABANAN BALI
FITRA MUTIARA DELLA, Nurul Indarti, SE, Sivilokonom., Cand. Merc. Ph.D
2014 | Tesis | S2 ManajemenPulau Bali, Indonesia, selalu menjadi tempat tujuan wisata yang mempesona bagi orang asing. Pada tahun 2012, ada 2.88 juta wisatawan asing dan 6 juta wisatawan domestik datang ke Bali. Dewan pariwisata Bali termasuk asosiasi agen perjalanan, hotel dan restoran percaya bahwa masakan tradisional merupakan bagian dari daya tarik pulau untuk wisatawan. Karena mendapatkan respon positif dari para wisatawan, sejumlah hotel dan restoran di sekitar pulau kini telah menyediakan menu masaka Bali. Setelah masakan Bali semakin populer, beberapa restoran terkenal tidak hanya menyediakan makanan siap tetapi juga menawarkan program memasak. Program tersebut mendapatkan tanggapan yang baik oleh wisatawan. Kelas memasak Bali telah menjadi semakin populer dan tersedia di seluruh tujuan utama di Bali. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model bisnis yang sudah ada dari kelas memasak Rumah Desa yang terletak di Tabanan Bali dengan menggunakan business model kanvas yang terdiri dari sembilan kotak bangunan, yaitu segmen pelanggan, penawaran nilai, saluran, hubungan pelanggan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra usaha, sumber pendapatan, dan struktur biaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuestioner yang dilakukan pada bulan Desember 2013 sampai Januari 2014, melalui analisis empathy map dan membandingkan dengan dua kelas memasak yang lain studi ini memformulasikan rancangan pengembangan bisnis dan menghitung payback period. Perhitungan akhir memperlihatkan perbedaan pendapatan antara sistem yang digunakan sekarang dengan sistem ajuan pengembangan, serta dapat dilihat dari masa pengembalian menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil survei kuesioner, 29.89 persen responden mengatakan aktivitas kelas memasak merupakan kegiatan yang menarik dan layak untuk cobaan. 16.94 persen responden mengatakan mereka telah mencoba atau akan memasukkan program cooking class ini dalam daftar kegiatan mereka selama berada di Bali dan 16,94 persen mereka menganggap kegiatan kelas memasak akan menjadi kegiatan alternatif yang baik. Maka tesis ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan pengembangan model bisnis inovatif Rumah Desa yang menyediakan kelas memasak untuk orang asing dan wisatawan lokal, yang tertarik akan budaya dan makanan khas Bali. Untuk analisis keuangan, investasi tambahan untuk mengembangkan program ini adalah Rp 74.500.000 dengan biaya operasional rata-rata per pack adalah Rp 420.000 dan biaya rutin per tahun sekitar Rp 128.400.000 . Perhitungan rencana keuangan terdiri dari tiga skenario, yaitu sedang (55,56 persen dari kapasitas maksimum per tahun), pesimis (diproyeksikan 15 persen di bawah dari kondisi moderat) dan optimis (diproyeksikan 15 persen di atas dari kondisi moderat). Perhitungan analisis payback period dari hasil yang diperoleh 35,47 bulan atau 164 hari dalam moderat, 4,96 bulan atau 149 hari dalam optimis dan 6.24 bulan atau 187 hari dalam kondisi pesimis
The island of Bali, Indonesia, always has been an enchanting place for foreigners. In 2012, there are 2,88 million foreign tourists and 6 million domestic tourists coming to Bali. Bali tourism stakeholders including the associations of travel agents, hotels and restaurants believe that traditional cuisine is a part of the island’s attraction to tourists. Due to positive response from various guests, Balinese cuisine had become available in a number of hotels and restaurants around the island. Following the increasingly popular as Balinese cuisine, some famous restaurants not only provide a ready food but also offers a cooking program. That program receives a good response by tourists. The Balinese cooking classes have become increasingly popular and available all over main destinations in Bali. This study attempts to delevop the existing business model of Rumah Desa Cooking Class in Tabanan Bali using business model canvas which consists of nine building blocks, there are customer segment, value proposition, channels, customer relationship, key resources, key activities, key partnerships, revenue stream, and cost structure. This research using primary data which is obtained from the analysis of empathy map from questioners, interviews and obsevations at several cooking classes in Bali in December 2013 until January 2014, this study formulates the business development, calculates differences in earnings between current and developmnet system, and calculates the final calculations of the payback period shows positive response. Based on the results of a questionnaire survey, 29.89 percent of respondents said cooking class activity was an interesting and worth-trying activity. 16.94 percent of respondents said they had tried or would include this cooking class program in the must-do list of activities while they were in Bali and 16.94 percent they assumed cooking class activity would become a good alternative. So this thesis aims to take advantage of existing opportunities with innovative business model development of Rumah Desa that provides cooking class for foreigner and local tourist, who have an interest in authentic Balinese food and culture. For financial analysis, the additional investment to develop this programs is IDR 74,500,000 with average operational cost per pack is IDR 420,000 and regular costs per year around IDR 128,400,000. The calculation of the financial plan consists of three scenarios, namely moderate (55,56 percent of maximum capacity per year), pessimist (projected 15 percent below from moderate condition) and optimist (projected 15 percent above from moderate condition). Calculation of payback period analysis of the results obtained 35.47 month or 164 days in the moderate, 4.96 month or 149 days in the optimist and 6.24 month or 187 days in the pessimist conditions.
Kata Kunci : model bisnis, pengembangan, kelas memasak, Bali, sembilan blok bangunan