RENCANA BISNIS PERTANIAN TERINTEGRASI PENGGEMUKAN SAPI, BUDIDAYA JAGUNG DAN MINYAK NILAM
ARIS IKA NUGRAHANTO, Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 ManajemenRencana bisnis pertanian terintergrasi penggemukan sapi, budidaya jagung dan minyak nilam disusun sebagai acuan bagi PT. Hebat Agro Lestari (BATARI) dalam analisa rencana bisnis dan pengoperasian unit bisnis PT BATARI. Pertanian terintegrasi adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan peternakan dan pertanian dimana limbah yang akan dihasilkan dari satu unit usaha dimanfaatkan sebagai input bagi unit usaha yang lain. Rencana bisnis yang disusun adalah pertanian terintergrasi (Integrated Farming System/IFS) level 4 yang mengintregasikan 4 unit usaha yaitu penggemukan sapi, budidaya jagung, budidaya dan penyulingan minyak nilam, dan produksi pupuk kandang. Strategi dalam rencana bisnis ini mencakup rencana marketing, perencanaan operasional, rencana pengelolaaan sumber daya manusia dan rencana keuangan. Analisa kelayakan investasi dilakukan berdasarkan 3 skenario yaitu skenario pesimis, skenario moderat dan skenario optimis. Penetapan skenario berdasarkan tingkat produktifitas dari setiap unit usaha. Hasil analisa menunjukkan nilai NPV pada skenario pesimis sebesar Rp 2.770.444.753 nilai IRR 85% dan Discounted Payback Period 16 bulan. Berdasarkan nilai NPV, IRR dan Discounted Payback Period tersebut maka bisnis pertanian terintegrasi penggemukan sapi, budidaya jagung dan minyak nilam layak untuk diterapkan oleh PT BATARI dalam 5 tahun ke depan.
The business plan of integrated farming system on cow fattening, corn farming system, and patchouli oil production prepared for PT. Hebat Agro Lestari (BATARI) as a reference on financial feasibility assessment and the operational of IFS business unit. An integrated farming system is a farming system that integrates animal feed stocks with farming crops in which the side product or waste of a production unit utilized as an input of other production unit. The main benefits of IFS are reduction of production cost which will lead to increased of productivity compared to monoculture farming. The business model in this business plan is IFS level 4 referred to 4 production integrated business unit namely: cow fattening, corn farming, patchouli oil production and organic fertilizer of cow feces. The strategy and planning discussed included the marketing plan, operational plan, human resources management plan and financial plan. Financial feasibility evaluated base on the value of NPV, IRR and Discounted Payback Period on pessimistic, moderate and optimistic scenarios, considered the level of productivity of each production unit. The value of NPV is Rp. 2,77,444,753, the IRR is 84% and Discounted Payback Period is 16 months on pessimistic scenario showed that this business is financially feasible.
Kata Kunci : Pertanian Terintegrasi, NPV, IRR, Discounted Payback Period, Penggemukan Sapi, Budidaya Jagung, Minyak Nilam