ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON
WILIS HERDIATI, Dr. Tarsisius Hani Handoko, M.B.A.
2014 | Tesis | S2 ManajemenProduktifitas dan kinerja organisasi yang baik tidak terlepas kontribusi karyawan di suatu perusahaan. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja tinggi akan mendukung kinerja karyawan itu sendiri. Salah satu faktor yang dapat menghasilkan kepuasan kerja yang tinggi adalah motivasi kerja. Dua macam motivasi kerja yang diangkat dalam penelitian ini adalah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dikaitkan dengan perubahan pelayanan di Rumah Sakit Pertamina Cirebon, yang merupakan salah satu cabang dari cabang PT Pertamina Bina Medika (PERTAMEDIKA). Restrukturisasi Pertamina pada tahun 1996 menuntut kemandirian sarana-sarana penunjangnya, hal ini berakibat pada perubahan sistem di PERTAMEDIKA yang sebelumnya hanya memberikan pelayanan kesehatan pada karyawan dan pensiunan Pertamina, saat ini, memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat umum. Pertumbuhan rumah sakit yang cukup tinggi setiap tahunnya menjadikan perubahan ini mengharuskan rumah sakit memberikan pelayanan dan kinerja terbaik bagi pelanggan. Upaya mendeskripsikan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dengan kepuasan kerja pada pegawai Rumah Sakit Pertamina Cirebon, dilakukan dengan mengambil sampel karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Analitik deskriptif dengan teknik purposive sampling dipilih sebagai desain penelitian dengan prasyarat responden sampel yang dipilih memiliki masa kerja minimal 1 tahun. Uji analisis data menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja karyawan. Hal ini memiliki arti bahwa motivasi intrinsik yang meningkat pada karyawan akan meningkatkan pula kepuasan kerja karyawan. Sedangkan untuk motivasi ekstrinsik tidak dilakukan pengujian sampel.
-
Kata Kunci : motivasi karyawan, motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, kepuasan kerja, restrukturisasi, rumah sakit, uji regresi linier