Laporkan Masalah

ANALYSIS ON THE DEVELOPMENT OF INDONESIAN RURAL BANKS (BPRs) NATIONAL STRATEGIC FRAMBWORK

TENNY YANUTRIANA, Sari Sitalaksmi, M. Mgt., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Manajemen

Kerangka Strategi Nasional (KSN) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indonesia dibentuk sebagai perwujudan dari visi, tantangan, tujuan dan prospek untuk pelembagaan industri BPR Indonesia yang berkelanjutan dan pelembagaan menuju arah strategi yang hendak dicapai. KSN, sesuai dengan rencana aksinya, mendukung kinerja industri BPR Indonesia yang lebih efisien dan efektif, serta menawarkan pemberian pelayanan keuangan yang lebih baik bagi segmen mikro penduduk Indonesia. Hal ini didasarkan pada penilaian diagnostik industri BPR di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok kerja KSN, terdiri dari pihak-pihak dari para pemangku kepentingan kunci seperti otoritas pemerintah, infrastruktur industri BPR, mitra pembangunan, sektor swasta, serta para praktisi BPR di Indonesia. Tujuan utama dari tesis ini adalah untuk menganalisa (1) proses penyusunan dan (2) produk akhir dari KSN BPR Indonesia, serta (3) hubungan antara proses penyusunan yang dilaksanakan dengan kualitas dari produk akhir strategi. Data yang digunakan untuk tesis ini diperoleh dari partisipasi penulis yang terlibat langsung dalam kelompok kerja KSN, sehingga memberikan manfaat untuk pengumpulan data primer melalui observasi partisipan, serta tingginya akses untuk melakukan wawancara mendalam dan wawancara kelompok. Tesis ini menyimpulkan bahwa (1) proses penyusunan KSN cukup tepat di dalam menerapkan kerangka proses penyusunan strategis, karena ditemukan adanya kekurangan keterlibatan dari garis kementerian secara komprehensif, digunakannya hanya satu alat analisis industri dan kurangnya penataan anggaran keuangan, (2) produk akhir dari KSN sesuai dari segi struktur dan cukup sesuai dari segi muatan isi di dalam memberikan pedoman rencana aksi dan indikator pengukuran, karena tingkat independensi strategi nasional yang tinggi dalam relevansinya dengan strategi nasional lainnya, analisis industri yang lemah sebagai dasar dari penyusunan strategi, dan adanya kemungkinan permasalahan dalam implementasi karena tidak terdapatnya anggaran keuangan, dan (3) kerangka kerja strategis yang dipilih untuk penyusunan strategi sudah layak, dan jika saja pelaksanaan eksekusinya dilakukan secara benar akan menghasilkan produk akhir KSN yang lebih layak.

The Indonesian rural banks National Strategic Framework (NSF) is formed as an embodiment of the vision, challenges, goals and prospects for the institutionalization of a sustainable rural banks industry in Indonesia and the strategic directions to be pursued. The NSF, in consonance with its action plan, promotes a more efficient and effective performance of Indonesian rural banks industry and offers better financial services for the micro segments of the Indonesian population. It is based on a diagnostic assessment of the rural banks industry in Indonesia, conducted by the working group consists of parties from key stakeholders such as the government authorities, the rural bank industry’s infrastructures, development partners, private sectors, as well as the rural banks practitioners in Indonesia. This main purpose of this thesis is to analyze (1) the development process and (2) the end product of the Indonesian rural banks NSF, as well as (3) the linkage in between the development process implemented and the quality of the end product of the strategy. The data for the thesis was mainly obtained from the researcher’s participation in the working group of the NSF, which gave the advantage to gather data first-handedly through participant observation and a big access to conduct both, in-depth and focus group interviews. This thesis concludes that (1) the development process of the NSF is found to be moderately appropriate in implementing the strategic development process framework due to lack of comprehensive involvement of the line of ministries, the use of only one industry analysis tool and the lack of structuring the financial budget, (2) The end product of the NSF is found to be suitable in structure-wise and moderately suitable in content-wise in providing action plan guidelines and indicators of measurement due to the high independency of the national strategy in relevancy to other national strategies, a weak industry analysis as the foundation of the strategy, and the possibility of an implementation problem as it has no financial budget, and (3) the strategic framework chosen for the strategy establishment is a proper framework, and if only it was conducted properly during the execution process it would have established a more proper end product of the NSF.

Kata Kunci : keuangan mikro di Indonesia, BPR Indonesia, strategi nasional, pengembangan strategi, BPR, strategi pengembangan keuangan mikro, kerangka strategis BPR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.