PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH SAAT MENYENTUH LEVEL PSIKOLOGIS TERHADAP HARGA SAHAM INDUSTRI OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA DI BURSA EFEK INDONESIA
NADHYA AGITA, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA.
2014 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini dilakukan atas dasar adanya rumor atau pendapat masyarakat yang muncul atas adanya level psikologis nilai tukar rupiah saat pada tahun 2013. Pada tahun 2013 muncul dua level psikologis nilai tukar rupiah sebesar Rp 10.000,00 dan Rp 12.000,00 yang beredar dalam masyarakat. Data yang digunakan adalah harga saham penutupan harian dari industri otomotif dan komponennya yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan berjumlah 11 perusahaan terdiri dari perusahaan berorientasi impor dan ekspor dalam industri tersebut. Metode yang digunakan adalah studi peristiwa dengan model sesuaian rata-rata (mean-adjusted model) dengan menggunakan 2 periode saat rupiah meyentuh level Rp 10.000,00 dan Rp 12.000,00. Periode estimasi adalah selama 100 hari bursa dan periode jendela selama 15 hari dengan tanggal peristiwa adalah pada 10 Juni 2013 dan 12 Desember 2013. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan tingkat keyakinan 95% menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah saat menyentuh level psikologis saat menyentuh nilai Rp 10.000,00 dan Rp 12.000,00 berpengaruh pada perusahaan berorientasi impor dengan adanya return taknormal negatif pada t0, t1, t2, dan t3. Hasil ini berbanding terbalik dengan perusahaan ekspor yang tidak menunjukkan return taknormal positif pada kedua level.
The research was conducted based on rumors or opinions that appear on the existence of psychological level of the exchange rate in 2013. In 2013 there were two psychological level of exchange rate in IDR 10.000 per USD and IDR 12.000 per USD. Data being used is the daily closing stock price of the automotive industry and its components listed in the Indonesia Stock Exchange. The sample being used consists of a total of 11 companies which are concentrated in import and export. The method being used is event study with mean-adjusted model using 2 periods when Rupiah reached to 10000 per USD and 12000 per USD. Estimation period is during 100 trading days and the window period is during 15 days on 10 June 2013 and 12 December 2013. Tests were performed using t-test with a confidence level at 95 % indicates that when the IDR hits 10.000 per USD and 12.000 per USD, it affects on importoriented company with a abnormal negative return at t0 , t1 , t2 , and t3. This result is inversely proportional to the export-oriented companies in which it did not show abnormal positive return on the first and second level.
Kata Kunci : studi peristiwa, mean-adjusted model, level psikologis, nilai tukar, industri otomotif