Laporkan Masalah

RENCANA BISNIS MOBILE APPLICATION UNTUK MANAJEMEN ASSET DALAM INDUSTRI PROPERTI

MUHAMMAD FADLI NUGRAHA, Bayu Sutikno, MSM., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Bisnis penyederhanaan operasional dan terintegrasi yang bisa diakses dan dikerjakan dari manapun memiliki peluang yang sangat besar dalam industri properti terutama dalam manajemen asset. Hal ini bisa dilihat dari pola permasalahan yang selalu terjadi pada properti konsultan, kontraktor dan in-house klien dalam menangani masalah manajemen asset. Di lain sisi jumlah permintaan akan manajemen asset meningkat drastis dimana tahun 2013 Jones lang LaSalle mendapatkan pesanan lebih dari 40 klien untuk menangani masalah ini. Jumlah gedung, Mall dan bangunan yang meningkat khususnya Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Berdasarkan data Emporis, setidaknya terdapat 865 gedung yang sudah dibangun di Jakarta. Gedung-gedung tersebut berjajar terutama di kawasan tengah kota seperti sepanjang Jalan Sudirman- Thamrin. Di antara lima wilayah yang ada di Jakarta, Jakarta Selatan merupakan kawasan yang memiliki gedung paling banyak. Terdapat 196 gedung di wilayah tersebut, menyusul Jakarta pusat sebanyak 160 gedung, Jakarta Barat 64, Jakarta Utara 51 dan Jakarta Timur yang lebih sedikit yaitu 15 saja. Bisnis ini menggunakan pola model bisnis bait&hook, dengan memberikan sampel produk secara gratis kepada konsumen pada bulan pertama. Pemberian sampel difokuskan agar konsumen dapat mengenal dan memiliki kemauan dan rasa penasaran untuk membeli produk ini. Pendapatan perusahaan didapatkan dari pembelian lanjutan produk aplikasi yang sudah diujikan dan disesuaikan secara gratis pada rencana promosi dari awal perusahaan berjalan. Konsumen yang menjadi fokus utama perusahaan adalah properti konsultan, kontraktor, in-house klien yang memang berencana melakukan manajemen asset secara professional dan berstandard internasional. Berdasarkan beberapa data yang didapat dari observasi, dan wawancara, didapatkan hasil yang positif, dimana responden memiliki tanggapan yang positif terhadap produk aplikasi ini dan memiliki keinginan untuk mengaplikasikan produk ini sebagai wadah utama dalam melakukan manajemen asset. Oleh karena itu, prospek bisnis ini sangat terbuka lebar. Hal ini di perlihatkan pada tiga skenario bisnis yang memperlihatkan performa finansial yang baik untuk jangka waktu 3 tahun. Pada skenario optimis, didapat NPV Rp. 11,255,755,102.04, IRR sebesar 854% dan Discounted Payback Period 3 Bulan. Pada skenario normal, didapat NPV Rp. 6,966,639,455.78, IRR sebesar 541% dan Discounted Payback Period 4 Bulan. Pada skenario Pesimis, didapat NPV Rp. 2,677,523,809.52, IRR sebesar 49% dan Discounted Payback Period 7 Bulan. Dengan ketiga skenario ini, diharapkan terlihat kesempatan serta resiko yang lebih terukur.

Integrated business and operational simplification that can be accessed and operated from anywhere has a tremendous opportunity in the property industry, especially in asset management. It can be seen from the pattern of problems that always occur on the property consultants, contractors and in-house clients in addressing asset management issues. On the other hand the demand for asset management increased dramatically where in 2013 Jones lang LaSalle had orders for more than 40 clients to deal with this problem. Based on data from Emporis, there are at least 865 buildings erected in Jakarta. The buildings are lined mainly in the downtown area such as along Jalan Sudirman-Thamrin. Among the five areas in Jakarta, South Jakarta, an area that has the most buildings. There are 196 buildings in the region, following the central Jakarta as many as 160 buildings, 64 of West Jakarta, 51 in North Jakarta and East Jakarta 15 only. This business uses a business model pattern bait & hook, by giving free products to consumers in the first month. Sampling focused so that consumers can recognize and have the willingness and curiosity to buy this product. The company's revenue derived from the purchase of advanced product applications that have been tested and adapted it for free on the company's promotional plan from start to walk. Consumers are the main focus of the company is the property consultants, contractors, in-house clients who had been planning to perform in a professional asset management and international standard. Based on the data obtained from the observations, and interviews, we obtained positive results, where the respondents had a positive response to the product's application and have the desire to apply this product as the main tools in performing asset management. Therefore, the business opportunity is very exciting. It was shown in three business scenarios that show good financial performance for a period of 3 years. In the optimistic scenario, the NPV obtained Rp. 11,255,755,102.04, an IRR of 854% and Discounted Payback Period 3 Months. In the normal scenario, obtained NPV Rp. 6,966,639,455.78, an IRR of 541% and Discounted Payback Period 4 Months. In the Pessimistic scenario, NPV obtained Rp. 2,677,523,809.52, an IRR of 49% and Discounted Payback Period 7 Months. With this third scenario, opportunities are expected to be seen and measured risk.

Kata Kunci : bait & hook, IRR, NPV, Payback Period


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.