RENCANA BISNIS ERGOBAM FURNITURE
MUCHAMMAD BAYQUNI CHOLID, Sudiyanti, SE., M.Sc.
2014 | Tesis | S2 ManajemenIndustri mebel di Indonesia sepertinya selalu menunjukkan tren positif baik dari pasar nasional maupun international. Hal ini disebabkan karena industri mebel di Indonesia didukung oleh melimpahnya sumber daya alam berupa hasil hutan maupun non hutan. Selain itu, kesan eksklusif, keunikan dan variasi desain juga menjadi keunggulan mebel dari Indonesia. Meskipun demikian, seiring perkembangannya,di pasar lokal dan internasional produk mebel dari Indonesia mendapat ancaman dari pemain baru dari asing dan ketetapan pemerintah untuk menjaga kelestarian hutan melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Menanggapi isu-isu tersebut, pelaku industri mebel harus mensiasati dengan merencanakan strategi baru misalnya dengan pemanfaatan teknologi dapat menjadi sebuah solusi alternatif bagi pelaku bisnis mebel. Oleh karena itu, PT JNK berencana untuk menciptakan produk mebel alternatif bernama ErgoBam Furnitur. ErgoBam Furnitur merupakan perusahaan mebel yang produknya akan didominasi oleh produk ramah lingkungan serta mengutamakan kenyamanan dan keselamatan (ergonomik). Bambu laminasi merupakan salah satu produk andalan yang akan diterapkan dan dipasarkan oleh ErgoBam Furnitur. Perencanaan bisnis ini akan dianalisis dari melalui sudut pandang internal maupun eksternal, baik dari ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, pemasaran, dan keuangan. Sedangkan data yang digunakan di penelitian ini berasal dari studi literatur, studi lapangan wawancara, internet, dan pengalaman sendiri. Strategi dan perencanaan bisnis ErgoBam Furnitur telah dijabarkan secara rinci meliputi perencanaan operasional, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, dan keuangan. Analisis bagian keuangan telah menghitung kelayakan investasi dari bisnis ErgoBam Furnitur ini. Hasil dari perhitungan kelayakan investasi selama lima tahun ke depan menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan. Perhitungan NPV menunjukkan hasil yang positif, sebesar Rp 2.196.229.588, IRR yang dihasilkan juga diatas tingkat keuntungan yang diharapkan yaitu sebesar 34,39% dan payback period dalam waktu dua tahun tujuh bulan.
Furniture industry in Indonesia seems to always show a positive trend of both national and international markets. This is because the furniture industry in Indonesia is supported by the abundance of natural resources such as forest products and non forests. In addition, the impression of exclusivity, uniqueness and excellence of design variations as well, become excellent from Indonesia. However, as the development , at the local and international market furniture products from Indonesia under threat from new players and a foreign government's resolve to conserve forests through Timber Legality Assurance System (TLAS) . In response to these issues, the furniture industry must anticipate the new strategy plan for example with the use of technology may be an alternative solution for business furniture. Therefore, PT JNK plans to create alternative furniture merk products ErgoBam Furnitur. ErgoBam Furnitur is a furniture company whose products will be dominated by eco-friendly products as well as maintaining the comfort and safety (ergonomics). Bamboo laminate is one of main products that will be implemented and marketed by ErgoBam Furnitur. This business plan will be analyzed from the viewpoint through internal and external, both of availability of raw materials, production capacity, marketing, and finance. While the data used in this study came from literature, field study interviews, the internet, and the experience itself. Strategy and business planning ErgoBam Furniture has been described in detail include operational planning, marketing, human resource management, and finance. Analysis has calculated the financial part of the business of investment feasibility ErgoBam This furniture. Results of the feasibility of the investment over the next five years shows that a good business to run. NPV calculations showed positive results, amounting to Rp 2,196,229,588, resulting IRR is also above the expected rate of return that is equal to 34.39% and a payback period within two years and seven months.
Kata Kunci : furnitur, industri mebel, bambu laminasi, strategi bisnis dan perencanaan bisnis