Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN KEPUASAN KERJA YANG TERJADI DI DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

MAHARANI NUR FITRIANI, Ely Susanto, SIP, MBA, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Kepuasan kerja merupakan suatu sikap positif pegawai terhadap pekerjaan yang merupakan reaksi terhadap pekerjaannya. Untuk itu suatu organisasi perlu mengetahui dan memahami tingkat kepuasan kerja pegawai sebagai upaya pengembangan organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Termasuk dalam upaya pelaksanaan reformasi birokrasi yang bertujuan untuk merubah kondisi organisasi kearah yang lebih baik. Tingkatan dan ukuran perubahan yang ingin dicapai tersebut dapat diketahui dari kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja pegawai terkait dengan pemahaman pegawai atas kepuasan kerja itu sendiri. Kepuasan kerja yang dirasakan berbeda antar pegawai. Kepuasan kerja yang dirasakan oleh seorang pegawai pada suatu unit kerja belum tentu dianggap sebagai kepuasan kerja oleh pegawai pada unit kerja lain. Kepuasan kerja mutlak diperlukan dalam sebuah organisasi yang ingin meningkatkan kinerja dan membina serta menghargai pegawainya. Kepuasan kerja tidak hanya kebutuhan pegawai ataupun pimpinan organisasi, tetapi lebih luas lagi, yaitu kebutuhan organisasi dan perangkat yang ada didalamnya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pegawai melaului proses rekrutmen pegawai yang professional, untuk mendapatkan pegawai yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Keterlibatan pegawai dalam tugas-tugas baru, pengembangan kemampuan, pengembangan karir, dan menyampaikan pendapat secara lebih luas untuk mengembangkan kapasitas pegawai. Serta peningkatan peran pimpinan dalam memberikan contoh yang baik pada hubungan antar pegawai, penghargaan kepada pegawai dan antar pegawai atas kinerja yang baik, serta tidak berhenti untuk berusaha menjalin hubungan yang baik dengan pegawai.

Job satisfaction has been a positive attitude of employees towards work and is a reaction to their works. To that end, an organization needs to know and understand the level of employee satisfaction as a part of organizational development efforts in order to achieve the predetermined objectives. This effort includes bureaucratic reform aimed at changing the organization’s condition for the better. The level and size of changes to be achieved can be acknowledged from employee satisfaction. This study suggests that employee’s job satisfaction is highly associated with their understanding on the job satisfaction itself. The job satisfaction perceived by employees is different among them. Job satisfaction perceived by an employee in a working unit cannot be considered the same to employees in other working units. Job satisfaction is vital in an organization that wants to improve performance while building the capacity and rewarding its employees. The job satisfaction is not merely the need of employees or leader of the organization, but, in broader perspective, also the need of organization and its other members. The study recommends the employee’s quality improvement through professional recruitment process in order to obtain qualified personnel in line with the organization’s requirement. In addition, the employees should be involved in new tasks; the organization should facilitate the employee’s skill development, career development, and provide them with vast opportunity to express their opinions in order to build their capacity. More to the point, the organization should improve leadership role in providing best practices of the relationship among employees, giving reward to employees with satisfying work performance, and never stop to try to establish a good relationship with the employees.

Kata Kunci : kepuasan kerja, reformasi birokrasi, organisasi pemerintah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.