INTEGRASI KE HULU UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BISNIS PELUMAS PT. TOTAL OIL INDONESIA
KUSDI WIDODO, BM Purwanto. MBA., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 ManajemenBisnis pelumas di Indonesia menjadi sangat menarik setelah dikeluarkannya Peraturan Presiden RI No. 21/2001 tentang Ketentuan dan Layanan Pelumas yang menandai deregulasi dan liberalisasi bisnis pelumas di Indonesia. Hampir semua pemain besar dunia berusaha masuk ke dalam pasar pelumas di Indonesia sejak saat itu. Indonesia dipandang sebagai pasar yang menarik nomer 3 terbesar di Asia setelah China dan India. Sayangnya antusias ini kurang didukung oleh infrastruktur bisnis yang baik, terutama keterbatasan sumber pelumas di Indonesia. Pada tahun 2005 hanya terdapat tiga pebisnis besar yang mempunyai pabrik pelumas di Indonesia yaitu Pertamina, Castrol dan Idemitsu. Meskipun banyak pabrik pelumas yang dioperasikan oleh perusahaan lokal akan tetapi sebagian besar pabrik pelumas tersebut tidak memenuhi syarat. Perusahaan menghadapi masalah dengan pasokan pelumasnya baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Saat ini Total mendapatkan pelumasnya dari dua sumber yaitu sumber lokal dan impor dengan komposisi 70:30. Penelitan ini bertujuan untuk melakukan studi apakah melakukan integrasi ke hulu akan meningkatkan keunggulan kompetisi perusahaan pelumas di pasar Indonesia dan menjadikan perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Metoda penelitian untuk tesis ini adalah menggunakan metode studi kasus. Analisa yang dilakukan adalah merupakan analisa studi kasus dengan kasus tunggal yang ada di PT Total Oil Indonesia. Analisa studi kasus ini akan menggunakan analisa rekaman arsip, wawancara dan kuesioner dengan pendekatan holistik. Hasil dari studi kasus ini akan menjawab pertanyaan apakah strategi pasokan saat ini baik dengan impor atau melakukan produksi di pabrik pelumas milik pihak ke tiga menjadikan perusahaan tetap dapat bersaing di pasar dan akan menjadikan perusahaan tumbuh berkelanjutan ke depan atau apakah dengan melakukan integrasi ke hilir dengan cara memiliki pabrik pelumas akan membuat perusahaan lebih dapat bersaing dan menjadikan perusahaan dapat tumbuh berkelanjutan untuk masa yang akan datang.
Lubricants business in Indonesia has started to deregulate and liberalize since commencement of Presidential Decree of RI No. 21/2001 on the Provision and Services of lubricants. Most of lubricants players have started to enter the market since then. Indonesia is third biggest lubricants market in Asia after China and India. However its intusiasm in fact is not supported with sufficient business infrastructures especially lack of reliable source of the lubricants in the country. Only three big players (Pertamina, Castrol and Idemitsu) have own lubricant factory to support their business in 2005. Many of local blending plants could not support them since they could not comply with their operation standard. The company is facing the the reliable supply both on quantity and quality. Currently Total provides the product from local toll blender and also by importing the finish product with composition 70% and 30% respectively. The objective of this research is to identify whether conducting backward integration will increase the competitive advantage of company in Indonesia market and able to grow sustainable. The method of the research of the thesis uses a case study method. The researh is clasified as case study by using a singgle case at PT Total Oil Indonesia. The analysis is conducted by using files, interviews and quitionare with holistic approach. The summary of the case study will address the quistions whether using current toll blending method will make company continue competitive and grow sustainable onward or by owned the blending plant will make company continue competitive and grow sustainable onward in the market.
Kata Kunci : pasar deregulasi, sumber pelumas, pabrik pelumas, studi kasus, bersaing dan tumbuh berkelanjutan